Perpanjangan EPF Atas Saran JK

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Perpanjangan fasilitas Early Production Facility (EPF) atau Gas Oil Separation Plant (GOSP), Lapangan Banyuurip, Blok Cepu merupakan saran dari Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK).

“EPF kita perpanjang atas arahan Pak Wapres juga,” kata Wakil SKK Migas, Zulkarnain saat mendampingi kunjungan kerja JK di Lapangan Banyuurip belum lama ini.

Meski tak menyebut besar biaya perpanjangan, Zulkarnain mengungkapkan perpanjangan EPF hanya sampai pertengahan bulan Januari tahun 2016. Perpanjangan itu dilakukan karena jumlah produksi dari Lapangan Banyuurip dapat meningkat lagi dikisaran angka 30 ribu barel per hari (bph).

“Perpanjangan EPF sampai pertengahan bulan Januari 2016,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, JK mengungkapkan, puncak produksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu diperkirakan baru terealisasi pada bulan Maret 2016. Produksi akan meningkat bertahap menjadi 165 ribu bph hingga diupayakan tembus dikisaran 205 ribu bph.‎

Kepala Bagian Humas SKK Migas, Ellan Biantoro saat dikonfirmasi Suarabanyuurip.com sebelumnya menyatakan perpanjangan EPF dilakukan selama dua minggu. Terhitung sejak habisnya masa kontrak pada tanggal 31 Desember 2015.

Baca Juga :   MCL : Penyelesaian Sosio Economi Alami Kemajuan

“Kalau dua minggu berarti per tanggal 1 -15 Januari tahun 2015,” papar Ellan beberapa waktu lalu. (Roz).

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *