Tim Pemantau Laut Holcim Buka Suara

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Koordinator tim pemantau PT Holcim Indonesia Tbk, sektor laut, Rohmad Hidayat, langsung menanggapi gejolak yang dialami nelayan di Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Tanggapan tersebut menyikapi problem yang terjadi di antara nelayan setempat.

Rohmad menegaskan, terkait bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Holcim masih menggulirkan bantuan terhadap warga setempat.

“Dapat tidaknya bantuan tergantung tim lapangan,” kata Rohmad Hidayat, kepada suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Selasa (29/12/2015).

Hanya saja, kabar terkait pembayaran uang insentif Holcim ada kesalahan pemahaman. Sebenarnya insentif tersebut bukan untuk nelayan, tetapi harus diberikan kepada tim pemantau sektor laut setiap bulannya.

Rohmad mengakui sudah sepuluh bulan terakhir Holcim tidak memberikan insentif tersebut kepada tim. Alasannya menyesuaikan menagemen baru, karena di internal Holcim ada pergantian General Manger (GM).

“Logikanya penyesuaian yang seperti apa kok sampai 10 bulan,” tudingnya.

Terkait besaran insentifnya setiap orang memperoleh Rp 150 ribu per hari. Sementara setiap hari ada 3 unsur dari Rukun Nelayan (RN), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), dan Kemanan Laut Terpadu (Kamladu), meliputi, Angkatan Laut (AL), Polisi Air, dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tuban.

Baca Juga :   Pembangunan Pasar Besar Tuban Diteken Ulang

Sedangkan untuk pemantauan sektor darat, tim memantau di Kecamatan, Jenu, Tambakboyo, dan Bancar. Selain insentif, biasanya tim memperoleh biaya tambahan operasional.

“Jumlah totalnya tinggal mengalikan saja,” ujarnya.

Selama ini tim pemantau sektor laut Holcim telah melakukan pengawasan terhadap area pengerukan atau dredging di sekitar pelabuhan PT Holcim. Upaya tersebut untuk mencegah terjadinya kerusakan terhadap alat tangkap nelayan.

Diketahui sekitar area dredging tidak ada rambu navigasi, dan letaknya sekitar 12 mil dari Pelabuhan khusus (Pelsus) Holcim.

“Akibatnya nelayan Tambakboyo, dan Bancar yang paling terdampak,” tambahnya.

Terakit tindakan preventif tim pemantau telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar yang terdampak, sekaligus berpatroli disekitar area dumping.

Secara terpisah, Corporate Communication East Java, Indri Siswati, membenarkan pihaknya belum memberikan insentif tersebut terhadap tim pemantau sektor laut Holcim.

“Kita masih menyesuaikan adminitrasi, dan menajemen baru,” katanya.(aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *