Waspadai Gesekan di Malam Pergantian Tahun

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Aparat keamanan di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora,  Jawa Tengah, mewanti-wanti terjadinya gesekan antarpeguruan beladiri saat malam pergantian tahun mendatang.

Berdasar pengalaman tahun-tahun sebelumnya, anggota perguruan  setelah ditiupnya terompet ditandainya pergantian tahun, terlibat aksi hura-hura dan arak-arakan. Hal itu dikhawatirkan akan menimbulkan gesekan antarperguruan.

Danramil Kecamatan Cepu, Kapten Infanteri Ribut Agiyoto, menuturkan, perlu diwaspadai setelah beberapa detik pergantian tahun. “Hura-hura dan arak-arakan mengelilingi kota Cepu. Dikhawatirkan terjadi gesekan antarperguruan,” kata dia, Rabu (30/12/2015).

Ribut Agiyoto saat ditemui di Kelurahan Balun, Cepu menambahkan, kalau perlu diingatkan dan diingatkan lagi, agar tak terlibat aksi hura-hura di malam pergantian tahun. Terutama para anggota perguruan beladiri yang berasal dari desa-desa.

Pihaknya menambahkan, terompet yang berbahan dari al-Qur’an juga tidak ditemukan di Cepu. “Hasil operasi yang dilakukan, terompet dari al-Qur’an belum ditemukan di Cepu,” ujarnya.

Untuk sementara, lanjut dia, terompet dari Al-Qur’an itu baru ditemukan di Kecamatan Kedungtuban, Kecamatan Randublatung, dan Kecamatan Todanan.

Baca Juga :   Indahnya Bengawan dari Jembatan Padangan-Kasiman

Sementara itu, untuk menghindari terjadinya gesekan antar perguruan, Kapolsek Cepu AKP M Alan Haikel, menghimbau supaya para anggota perguruan tidak menggunakan atribut perguruan saat perayaan tahun baru di Kecamatan Cepu.

Menurutnya, dari Polres Blora juga telah menurunkan jajarannya untuk mengamankan jalannya perayaan tahun baru di Kota Minyak ini. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *