Warga Blok Nona Berburu Enthung

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Bagi sebagian orang entung (kepompong) dianggap menjijikan. Namun warga di wilayah eks pengeboran Blok Nona Pertamina Eksplorasi dan Pengembangan (EP) di Desa Girik, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, entung justru menjadi makanan lezat bahkan ladang rejeki yang menggiurkan.

Berburu enthung disela-sela rerimbunan pohon jati menjadi aktifitas baru warga di Desa Girik dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Ngimbang. Aktifitas yang dilakukan sejak dua minggu terakhir  ini biasa dilakukan pagi hari antara pukuk 08.00 WIB hingga 11.00 WIB.

“Awal musim penghujan banyak ulat yang menjadi enthung, Mas. Setiap pagi kami mencarinya disela-sela pohon jati,” kata salah satu warga Slamet kepada SuaraBanyuurip.com.

Waktu pagi hari dipilih karena banyak kepompong yang berjatuhan dari daun dan batang pohon jati ketanah setelah semalam tertiup angin atau tersapu hujan.

Biasanya warga mmencari enthung dengan cara berkelompok yang terdiri dari satu keluarga. Selama hampir tiga jam berburu enthung setiap kelompok bisa mendapatkan rata-rata dua kilogram enthung.

Baca Juga :   Sri Wahyuni: Sowan Menjadi Ruang Hidupkan Gotong Royong

“Selain dikosumsi sendiri, enthung yang didapat juga dijual di pasar Ngimbang. Perkilo harganya Rp60 ribu,” kata warga lainnya Suyati.

Oleh warga enthung yang konon kaya kandungan protein itu dimasak dengan cara dioseng-oseng. Selain untuk lauk nasi juga lezat untuk camilan.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *