SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Hari pertama penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan premium sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Lamongan, Jawa Timur diserbu pembeli dari kalangan petani dan penjual premium eceran dengan menggunakan Jerigen.
Dari pantauan menyebut, di SPBU sepanjang jalan nasional Babat – Lamongan, pembelian premium dan solar dari penjual eceran dengan menggunakan jerigen terlihat mendominasi. Mereka mengangkut jerigen berisi BBM dengan menggunakan sepeda motor. Rata- rata setiap Jerigen tersebut antara 30 liter sampai 60 liter.
“Sudah sekitar setengah jam antre beli premium, Mas,” ujar salah satu pembeli di SPBU Turi, Nursalam, kepada suarabanyuurip.com.
Menurutnya, stok premium di rumahnya sudah habis dua hari lalu, dan sengaja melakukan kulakan saat harga turun. Dengan demikian tidak akan merugi.
“Kalau kulakan kemarin harga lama  dan dijual hari ini jelas saya akan rugi, jadi belinya baru hari ini,” ujarnya.
Salah satu Petani pembeli solar dengan mengunakan jirigen, Ilyas, mengaku sengaja ‘memborong’ solar saat harga turun untuk kebutuhan mentraktor sawah.
“Ini beli 30 liter untuk persediaan di sawah,mumpung harga turun,” jelasnya.
Karena pembelian jirigen yang menumpuk sedang setiap membelian sekitar 30 liter-60 liter yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mengisi, antrian pembelian dari sepeda motor dan kendaraan roda empat terlihat lebih panjang mengular.
“Stok penjualan solar dan premium meningkat sekitar 25 persen. Tidak akan kehabisan karena stoknya masih aman,” ujar operator SPBU Babat, Ali. (tok)