SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Jelang sehari pasca penurunan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dampaknya langsung terasa siginifikan. Terbukti, kalkulasi Pertamina Region V menunjukkan, permintaan BBM di Tuban, Jawa Timur, melonjak 17 persen dari konsumsi normal.
“Ada lonjakan 17 persen untuk konsumsi Premium,†kata Area Manager Communication & Relation Marketing Operation Pertamina Region V, Heppy Wulansari, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Rabu (06/01/2016).
Rata-rata konsumsi normal Premium Tuban per hari mencapai 909 Kilo liter, tetapi hari ini mencapai 1.064 Kilo liter Premium. Sehingga ada lonjakan 17 persen dari konsumsi biasanya.
Serupa dengan BBM jenis Solar, konsumsi normal masyarakat Tuban keseluruhan mencapai 733 Kilo liter per hari. Tetapi saat ini terjadi lonjakan sebesar 840 Kilo liter Solar.
“Konsumsi Solar naik 15 persen dari biasanya,†imbuhnya.
Lonjakan tersebut menyebabkan beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tuban, kehabisan stok BBM. Tercatat, SPBU di Jalan Dr. Wahidin SudiroHusodo Tuban, sejak hari Selasa (05/01/2015) sudah kehabisan stok Premium dan Solar.
Selain itu, SPBU Sleko di Jalan Pahlawan Tuban, sekira pukul 21:00 WIB sudah tidak melayani pembelian Premium maupun Solar. Penyebabnya siang harinya kendaraan roda 4 maupun roda 2 langsung menyerbu membeli BBM.
“Sejak kemarin tidak ada pengiriman BBM,†sambung Pengawas SPBU Jalan Dr. Wahidin Tuban, Suyuti.
Selain di dua SPBU tersebut, kekosongan juga terpantau di SPBU sepanjang jalur Semarang-Surabaya. Rata-rata stok yang masih tersedia Pertamax, sedangkan Premium maupun Solar sudah habis. (Aim)