SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial (Disnakertransos) Pemkab Bojonegoro, menyebut jumlah angka pengangguran untuk tahun 2015 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meningkat.
“Dibanding tahun 2014, angka pengangguran di tahun 2015 meningkat,” kata Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adie Witjaksono kepada Suarabanyuurip.com.
Adie mengungkapkan, dari jumlah angka angkatan kerja  di tahun 2015 sebanyak 759.000 orang sebanyak 21.000 orang menjadi pengangguran. Jumlah angka itu lebih tinggi jika dibanding tahun 2014 dengan jumlah pengangguran sebanyak 19.000 orang.
Menurut dia, angka tersebut tergolong tinggi jika ‎dibandingkan dengan jumlah penduduk Bojonegoro di usia produktif sebanyak 1.400.000 orang.
“Angka pengangguran diusia produktif mulai umur 16 – 65 tahun,” imbuhnya.
Mantan Camat Margomulyo ini menuturkan, salah satu faktor penyebab meningkatnya angka pengangguran di Kabupaten Bojonegoro, disebabkan pengurangan tenaga kerja besar – besaran dari proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) Lapangan Banyuurip, Blok Cepu.
“Satu diantaranya karena terjadinya pengurangan tenaga kerja di proyek Banyuurip,” ujarnya. (Roz)