Penjualan BBM di Lamongan Stabil

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Terbakarnya terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) milik Pertamina di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (7/1/2016) malam, tidak berdampak pada pasokan bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Lamongan.

Pembelian BBM di SPBU di Lamongan mulai hari ini kembali normal, Jum’at (8/1/2016). Pasokan premium dan solar yang sempat terjadi kekosongan sebelum kebakaran TBBM berlangsung juga telah stabil.

Sebelumnya, selama tiga hari, (5-7/1/2016), sejak turunnya harga BBM jenis solar dan premium, pembelian jenis BBM bersubidi naik drastis. Pembelian tidak saja dari kendaraan sepeda motor maupun roda empat, namun juga dari petani dan penjual bensin eceran yang menggunakan jirigen.

Rata-rata di SPBU penjualan premium naik sebanyak 50 persen dan solar 30 persen. Akibat stok yang terbatas selama tiga hari menjadi pasokan sering kosong.

“Hari ini kembali stabi,  tidak seperti tiga hari kemarin,” kata operator SPBU Lamongan, Sugeng kepada suarabanyuurip.com, Jumat (8/1/2016).

Baca Juga :   Mulai Januari 2024, Pembeli LPG 3 Kg Harus Sudah Terdata

Pengawas SPBU Babat, Ridwan menambahkan, delivery order (DO) yang diajukan juga kembali normal yaitu premium 16 ribu liter per hari dan solar 8 ribu perhari.

“Tidak akan kehabisan stok karena pembelian kembali normal,” timpal Ridawan dikonfirmasi terpisah.
Selama tiga hari kemarin penjualan premium di SPBU nya meningkat hingga 50 persen. Dari penjualan normal 16 ribu liter per hari naik menjadi 24 ribu liter perhari. Sedang solar dari 8 ribu liter perhari naik menjadi 12 ribu liter perhari.

Karena stabilnya pembelian dan tercukupinya pasokan BBM dipastikan tidak akan ada lagi SPBU yang tutup akibat kehabisan stok BM.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *