Program CSR PPGJ Bergulir

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Meskipun poyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora, Jawa Tengah belum mendapatkan hasil signifikan, namun program Corporate Social Responsibility (CSR) sudah berjalan.

Hanya saja, program CSR yang. Digulirkan belum berjalan maksimal. Hal itu diungkapkan oleh Plt Sekretaris Daerah Blora, Sutikno Slamet.

Sebagaimana diketahui, saat ini Perusahaan Gas Negara (PGN) tengah melakukan revitalisasi city gas di Blora dengan jumlah 4000 sambungan rumah tangga bagi warga sekitar proyek Blok Gundih.

“Februari nanti 700 sambungan rumah tangga sudah bisa menyala, katanya.

Dia melanjutkan, Pemkab tidak mempunyai skema khusus terkait keberadaan CSR dari proyek Blok Gundih.

“Program CSR lain saya belum bisa menyampaikan. Karena masih mengikuti program perusahaan, jelasnya.

Terkait program CSR lebih luas dari keberadaan perusahaan migas di Blora, pihaknya berharap bisa disandingkan program pemerintah dengan kegiatan yang lebih luas.  Jadi ada gayung bersambut antara pemerintah dengan perusahaan migas. Terutama untuk infrastruktur, katanya.

Baca Juga :   UMKM Dibina Pertamina, Kades Ngampel : Berpotensi Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Dari banyaknya perusahaan migas KKKS yang ada di Blora, menurutnya, masih belum bisa memberikan kesejahteraan warga sekitar. Kalaupun ada program CSR kepada masyarakat, lanjutnya, itu sifatnya hanya sporadis dan hampir tidak termonitor. Tercatat ada 5 KKKS yang melakukan operasi di Blora dalam bentuk KSO.

“Yaitu KSO Pertamina PT Geo Cepu Indonesia, PT Banyubang Blora Energi, KSO Pertamina Foster Trembes, Pertamina EP CEpu Alas Dara Kemuning dan Pertamina Hulu Energi Randugunting,” jelasnya.

Jika semua perusahaan itu berhasil berproduksi di Kabupaten Blora, lanjutnya, Pemkab mempunyai skema program bagus terkait CSR. Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas bisa mensponsori untuk membuat klaster.

“Fungsinya sebagai wadah bagi KKKS yang ada di Blora untuk penyalurann CSR kepada masyarakat,” imbuhnya.

Jika ada program kemasyarakatan, lanjut dia, bisa menyandingkan dengan program antara pemerintah dengan KKKS. “Tentunya SKK Migas yang menjadi seponsor dalam pembentukan klaster ini,” pungkasnya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *