Muspika Akan Sidak ke Gunung Anyar

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dalam waktu dekat akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Desa Gunung Anyar, Soko.

Langkah ini ditempuh untuk menjawab tuntutan warga yang meminta Kadus Pungguk, Desa Gunung Anyar, Sholeh (50), lengser. Tuntutan ini muncul setelah disinyalir sang Kadus menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi.

“Kami minta warga sabar, Muspika tidak berani memutuskan,” kata Camat Soko, Muji Slamet, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui usai hearing bersama warga Gunung Anyar di kantornya, Selasa (12/01/2016).

Pihaknya tidak bisa memutuskan tuntutan warga terkait pemberhentian Kadus dari jabatannya. Urusan pemberhentian wewenangnya berada di tangan Bupati Tuban.

“Dalam regulasi Muspika tidak bisa memutuskan,” imbuhnya.

Dalam hearing tertutup siang tadi, Kadus Pungguk telah menjelaskan semua kepada warganya. Tetapi penjelasannya dibantah semua oleh warga, dengan bukti-bukti yang menunjukkan kinerja Kadus selama ini.

“Warga tidak menerima penjelasan Kadus, malah meminta Muspika melakukan Sidak,” tambahnya.

Muspika bakal Sidak lapangan untuk memastikan realisasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah. Hasilnya akan disampaikan kepada warga dan dilaporkan ke Pemkab Tuban.

Baca Juga :   Warga Bojonegoro Korban Sertifikat Tanah Palsu Lapor Polisi

“Jangan sampai konflik merembet ke tingkat kabupaten,” kata Muji Slamet, dalam nada cemas.

Warga Gunung Anyar menuding, Kadus Sholeh kurang transparan terhadap bantuan dari pemerintah. Selain itu menarik iuran fiktif sebesar Rp11 ribu terhadap setiap Kepala Keluarga (KK). Padahal iuran tersebut tidak dijelaskan peruntukannya, dalam nota pembayaran setiap bulannya. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *