SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Sejumlah mahasiswa Pusat Belajar dan Informasi (PBI) Universitas Terbuka (UT) Tuban, Jawa Timur, menuding yayasan Muslih Ihsan, selaku pengelola, melakukan praktik nepotisme. Tudingan tersebut lantaran sebagian staf pengelola PBI adalah sanak familinya.
“Hampir semuanya kerabatnya,” kata salah satu mahasiswa PBI UT Tuban, Sulaiman, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui usai melalukan aksi di kampus yang beroperasi di Jalan Manunggal Tuban.
Tudingan tersebut bukan omong kosong semata. Sulaiman kemudian mencontohkan, sebenarnya ketua yayasan dijabat ibu Cicik panggilannya, dan sekretarisnya dijabat suaminya sendiri, Anshori. Staf yang menangani registrasi, masih kerabatnya semuanya.
“Ada yang masih adiknya, ataupun sepupunya,” imbuhnya.
Mahasiswa hanya menanyakan, bagaimana pengelolaan PBI yang menjalan sistem UT yang berstatus negeri. Nilai profesionalitasnya jelas tidak diberlakukan dalam pengelolaan tersebut.
“Tak hanya itu semuanya lulusan SMA,” tambahnya.
Padahal sesuai statuta kampus, dan Kepres Nomor 41 tahun 1984, karyawan perguruan tinggi harus lulusan S1, sedangkan pengjarnya minimal menyelsaikan S2.
Terpisah, Ketua Yayasan Muslih Ihsan PBI UT Tuban, Anshori, membantah semua tudingan mahasiswanya. PBI UT dalam rekrutmen karyawan sudah melalui proses, dan perlu dicatat pengajar UT statusnya bukan dosen, melainkan tentor.
“Sejak awal sebenarnya sudah disampaikan,” kelitnya.
Diketahui, PBI UT telah berdiri sudah setahun yang lalu, dan tahun ini memiliki mahasiswa sekira 400 orang. Memiliki enam fakultas meliputi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas MIPA, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Keguruan, dan Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Pasca Sarjana.(aim)