SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Sebanyak sepuluh orang pemilik lahan pertanian seluas kurang lebih 2 hektar di sekitar Pad A, Lapangan Sukowati, Blok Tuban, merasa hingga kini belum mendapatkan ganti rugi atas kegiatan yang dilakukan oleh Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) yang dianggap telah membuat lahan tersebut tidak dapat ditanami padi.Â
“Jangan sampai, sepuluh orang ini merasa dirugikan dengan adanya pengeboran dari JOB P-PEJ yang menghasikan sekian ribu barel minyak,” kata Wakil Ketua Komisi A, Anam Warsito, saat menggelar hearing dengan JOB P-PEJ, warga ring 1 Sukowati, dan Pemkab Bojonegoro, diruang paripurna, Jumat (15/1/2016) kemarin.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian, Bojonegoro, Jawa Timur, Ahmad Djupari, mengaku telah berkali-kali memberikan penjelasan terkait kondisi lahan yang  dianggap tidak produktif lagi akibat pengeboran di Pad A.
“Kegiatan di Lapangan Sukowati itu kan sudah analisis dampak lingkungannya atau amdal, dan hasilnya masih dalam ambang batas,” ujar Djupari.
Kemudian, perlu dianalisa terlebih dahulu. Lahan pertanian yang dimaksud, sebelum ada pengeboran bisa panen padi, tapi sekarang tidak bisa. Apakah petani sudah melakukan pola tanam yang baru, misalnya demplot atau tekhnologi yang sudah berkembang saat ini.
“Pakainya harus tekhnologi yang benar dan tepat,” tandasnya.
Akan tetapi, apabila para petani sudah memiliki niat lain pada lahan yang dimiliki akan menjadi hal yang beda. Karena, jelas terlihat dari pertemuan demi pertemuan yang dilakukan nampak jika ada keinginan kuat untuk menjual lahan pertanian itu kepada JOB P-PEJ.Â
“Maaf, kalau saya agak terus terang disini,” tegasnya
Pihaknya meminta, sebelum menggelar pertemuan seperti ini masing-masing pribadi harus menata hati terlebih dahulu. Karena nampak jelas ada keinginan lain dibalik keluh kesah petani yang menyebutkan lahannya kering dan tidak dapat ditanami.
“Penyebab lahan tidak produktif kan banyak, dan sebelumnya sudah saya sampaikan. Semoga benar-benar dipahami,” tutupnya. (Rien)