Warga Diminta Tak Terprovokasi Gafatar

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron 

Tuban – Pasca adanya laporan dugaan keterlibatan warga Tuban, Jawa Timur, terhadap kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Polres Tuban meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi. Penyebabnya, kelompok baru tersebut, belum jelas tujuannya, dan telah dinyatakan sesat oleh Mendagri.

“Jangan mudah diprovokasi oleh kelompok baru,” kata Kasubag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dihubungi melalui teleponnya.

Dia mengatakan, kelompok gafatar belum jelas tujuannya. Sehingga apabila bergabung sangat merugikan diri sendiri, dan lingkungan sekitarnya.

Beberapa upaya antisipasi Polres Tuban terhadap pergerakan Gafatar meliputi, Satuan Intel Polres Tuban telah menggandeng tokoh agama, dan masyarakat setempat.

“Tujuannya mengingatkan warganya agar tidak mudah terprovokasi, baik dari individu maupun kelompok manapun,” ungkapnya.

Selain itu, Satuan Bimbingan Masyarakat (Bimas), serta Bintara pembinanaan dan keamanan ketertiban masyarakat (Babinkamtibmas), juga memberikan bimbingan dan penyuluhan terhadap warga. Tujuannya memberikan wawasan masyarakat agar memahami maksud, dan tujuan kelompok apapun.

“Pengawasan dan sinergi bersama Pemerintah desa akan ditingkatkan,” imbuhnya.

Baca Juga :   Produksi Menurun, Ratusan Buruh Pabrik Rokok di MPS Padangan Bojonegoro Kena PHK

Diketahui, kelompok yang mengatasnamakan Gafatar tersebut, telah merambah ke daerah di seluruh Nusantara, termasuk Tuban.

Sebelumnya, Sepasang suami istri (pasutri) muda asal Perumahan Tasikmadu, Kabupaten Tuban, telah menghilang sejak bulan Oktober 2015 lalu. Diduga mereka meninggalkan rumahnya untuk bergabung dengan Gafatar.

Pasutri yang masih tinggal di rumah orangtuanya di Jalan Cendana III Nomor: 23 tersebut, Patria Budi Setyawan (30), dan Yuanita Wulansari (28). Mereka juga membawa anak semata wayangnya, Jessica Avril Setyawardhani (4,5).

Kehilangan Pasutri tersebut telah dilaporkan ke Polres Tuban beberap waktu lalu. Saat ini tim masih melakukan penyelidikan, dan meminta keterangan terhadap beberapa saksi. 

“Kami akan selidiki terus menghilangnya Pasutri tersebut,” janjinya. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *