Dua Hari, Dua Petani Tersambar Petir

SuaraBanyuurip.comAli Imron/Athok Moch Nur Rozaqy

Tuban –  Naas menimpa Masrap (82), petani asal Dusun Rembun, Desa Kumpulrejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Dia tersambar petir usai menggembala kambing di sawahnya siang tadi sekira pukul pukul 11:00 WIB.

Camat Parengan, Didik Purwanto, menjelaskan, kejadian tersebut berawal ketika korban seperti biasanya berangkat ke sawah bersama hewan ternaknya sekira pukul 06:00 WIB. Namun sekira pukul 11:00 WIB, wilayah setempat diguyur hujan deras disertai petir.

Korban kemudian berencana pulang membawa ternaknya. Tapi baru berjalan beberapa langkah, tiba-tiba petir mengenai tubuh korban hingga meninggal dunia. Di bagian tubuh korban ditemukan sejumlah luka di antaranya dada hingga perut sebelah kiri, dan pinggul kanan dan kiri.

“Ketika ditemukan tetangganya sudah tidak bernapas,” kata Didik.

Mengatahui hal tersebut warga setempat langsung membawa korban ke puskesmas terdekat untuk divisum. Hasilnya tidak ditemukan tanda bekas kekerasan pada tubuh korban, dan peristiwa tersebut murni kecelakaan.

Selanjutnya, korban segera diserahkan ke rumah duka, untuk segera dikebumikan seketika itu juga.

Baca Juga :   Siaga Banjir JOB P-PEJ Tes Mesin Speed Boat

“Seketika itu langsung dimakamkan,” tambahnya.

Beberapa saat kemudian Muspika bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, langsung berbelasungkawa ke rumah duka, sekaligus memberikan
bantuan untuk meringankan beban kelurga korban.

Sebelumnya, Minggu (17/1/2016) kemarin, Yadi (46), seorang petani asal Dusun Petak, Desa Beged, Kecamatan Gayam, juga ditemukan tewas di persawahan di Dusun Sambong, Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, sekira pukul 18:00 WIB.

Diduga korban tewas tersambar petir. Di bagian tubuh korban ditemukan sejumlah luka bakar.(aim/roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *