SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) mulai melirik sejumlah peluang bisnis pada 2016 ini. Selain rencana mengakuisisi beberapa aset yang dapat disewakan kepada Pertamina EP Asset IV dan Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), juga pembangunan kilang minyak mini dan pengolahan gas suar bakar dari lapangan Sukowati, Blok Tuban.
“Kami ada beberapa rencana kedepan, meski dalam perjalanannya butuh mitra untuk mendukung permodalan,” kata Direktur PT BBS, Eddy Fritz Dominggus, saat hearing dengan Komisi B DPRD Bojonegoro dan PT ADS, Senin (18/1/2016).
Dia mengungkapkan, peluang usaha tersebut di antaranya pembangunan kilang minyak kapastas 10.000 barel per hari (bph) dengan menggandeng PT Tierra Energi Perkasa sebagai mitra. Rencanan tindak lanjutnya adalah mendapatkan alokasi minyak mentah dari pemerintah.
“Potensi pasar untuk kilang minyak ini industri bersama PT Patra Niaga,” ujarnya.
Selain itu, PT BBS akan melanjutkan pengolahan gas suar bakar Sukowati dengan mitranya PT IME yang sempat tertunda. Rencana tindak lanjutnya mendapatkan alokasi gas dari pemerintah.
“Potensi pasar untuk pengolahan gas suar bakar adalah produk LPG untuk industri kecil dan rumah tangga,” tegas Eddy Fritz.
Peluang usaha lainnya yakni, pemasaran produk HSD kilang di PT TWU. Rencana tindak lanjut penjajakan kembali ke PT TWU dan masih proses perijnan ijin niaga umum. Potensi pasarnya, industri di Jawa Timur, PEPC dan ADK.
“Kita punya alternatif sebagai agen penyalur niaga,” tandasnya.
Mantan GM JOB P-PEJ ini menambahkan, satu lagi untuk jenis usaha yang akan dijalankan PT BBS yakni pengadaan barang dan jasa. Rencana tindak lanjutnya kemitraan dengan vendor dan melengkapi legalitas PT BBS sebagai vendor.Â
“Potensi pasarnya industri migas dan non migas. Kami masih kaji membentuk anak perusahaan,” tutupnya.(rien)