SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Rencana penutupan kilang mini oleh management PT. Tri Wahana Universal (TWU) akibat kebijakan pengambilan minyak di FSO Gagak Rimang di Kabupaten Tuban, Jawa Timur tak hanya membuat resah maupun ketar ketir para pengusaha transporter saja. Hal serupa juga dirasakan oleh penjual makanan dan minuman (mamin) yang berada disekitar PT. TWU di Dusun Clangap, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Sudah dengar rencana penutupan TWU. Terus kelanjutannya bagaimana,” ujar Suparmi salah satu penjual mamin sembari menanyakan balik kepada Suarabanyuurip.com.
Dia mengungkapkan, telah mendengar rencana penutupan kilang mini milik TWU dari para sopir truck pengangkut olahan minyak yang sudah banyak menjadi pelanggannya. Dari sopir itu pula dagangannya banyak terjual.
“Pelangganya kebanyakan dari sopir. Siapa lagi kalau bukan mereka. Jadi mendengar akan ditutup ya resah lah,” katanya.
‎Suparmi, merupakan warga Desa Sumengko, yang terbilang sudah lama menggantungkan pendapatan dari usaha warung disekitar PT.TWU. Bahkan, sejak pertama PT.TWU dibangun di Desa Sumengko, dia sudah membuka usaha warung. Diakuinya, dalam beberapa hari terakhir omset penjualannya menurun.
“Kalau pas ramai satu hari bisa menanak nasi hingga 18 kg. Tapi sekarang hanya 2 kg sisanya dikonsumsi sendiri,” tuturnya.
Suparmi mengaku saat ini omsetnya dibawah Rp 200.000. Dia merasa, belakangan para sopir mulai berkurang karena rencana penutupan kilang TWU.‎(Roz).