SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menyatakan, setelah puncak produksi tercapai maka akan ada dua keuntungan yang didapat.
Community Relations Coordinator EMCL, Ichwan Arifin, mengatakan, setidaknya ada dua keuntungan setelah tercapainya produksi puncak Blok Cepu. Dua keuntungan itu adalah memberikan pendapatan tambahan bagi negara. Sehingga, ada uang fiskal yang lebih untuk mengalokasikan program-program pembangunan termasuk bagi pemerintah daerah melalui dana bagi hasil minyak.
“Kedua, menjawab akan kebutuhan energi. Karena, sumbangan dari project Banyuurip signifikan  walaupun belum mencukupi keseluruhan karena masih minus antara kebutuhan dan produksi minyak di Indonesia,” ujarnya saat memberi sambutan pada acara pelatihan tata cara penagihan pembayaran atau invoice di Griya Dharma Kusuma (GDK), Selasa (19/1/2016).
Terlebih, kondisi saat ini pendapatan pemerintah berkurang akibat harga minyak mentah dunia berada di titik paling rendah dalam sejarah industri migas . Namun, di satu sisi rakyat senang karena harga bahan bakar minyak (BBM) murah.Â
“Ditengah krisis energi sekarang ini, perusahaan-perusahaan migas harus berfikir ulang jika ingin beresksplorasi lagi,” ujarnya.
Karena, bisnis minyak harus padat modal dan beresiko tinggi. Padahal jika eksplorasi gagal, kerugian harus ditanggung oleh perusahaan itu sendiri.Â
“Tapi, kalau tidak melakukan eksplorasi lagi, mungkin 10 tahun kedepan cadangan minyak kita akan semakin menipis,” tukasnya.
Persoalan terkait ego, saat ini juga tinggal penyelesaian proyek di Lapangan Banyuurip. Karena, banyak tenaga kerja yang sebagian besar berbasis kontrak akan selesai.Â
“Kami bekerjasama dengan Disnakertransos selama ini tidak tinggal diam tapi juga melakukan berbagai macam pelatihan untuk memberi bekal. Supaya pasca project, bisa bekerja secara mandiri,” pungkasnya. (Rien)