SuaraBanyuurip.com – D Suko Nugroho
Bojonegoro – Sebuah mobil antar jemput pekerja proyek minyak Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Bojonegoro – Padangan tepatnya di Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (19/1/2016), sekira pukul 06.00 WIB.
Beruntung tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun mobil Fortuner bernompol S 1320 AN yang disupiri, Kamim (40), warga Desa Kapas, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, mengalami kerusakan di bagian kiri depan.
Body kendaraan ringsek akibat menyeruduk mobil Grand Livina bernopol L1373 VI yang disupiri Rudi (34), warga Jalan Sidodadi, Surabaya. Â Â
Menurut saksi mata, Munamat, warga setempat, kecelakaan tersebut bermula dari adanya kecelakaan pengendara sepeda motor dari arah barat yang terserempet mobil elf. Korban yang belum diketahui identitasnya itu terjatuh di sebelah utara jalan.
Saat bersamaan, muncul mobil inova yang juga belum diketahui identitasnya dari belakang. Mobil tersebut menghindari pengendara motor dan membanting kemudinya ke sebelah selatan hingga melebihi marka jalan.
Namun, pada saat bersamaan pula, muncul mobil Grand Livina dari arah timur. Karena kaget, sopir membanting setirnya kearah selatan dan mengurangi kecepatannya.
Saat itulah, muncul mobil Fortuner warna putih yang dikemudikan Kamim dari belakang dengan kecepatan cukup tinggi. Karena jarak sudah dekat, mobil mewah itu menyeruduk Grand Livina hingga menghantam warung di pinggir jalanmilik Munamat, hingga roboh dan kemudian masuk ke parit.
“Pengendara motor tidak apa-apa. Sedangkan mobil Inovanya langsung kabur. Tadi kaca spion mobilnya jatuh akibat serempetan dengan mobil livina,†kata Munamat.
Rudi, supir Grand Livina mengaku kaget saat menghindari mobil Inova dan kemudian dihantam mobil dari belakang.
“Tiba-tiba ada yang menabrak dari belakang dan mobil saya sempat terbalik,†ucapnya.
Supir Mobil Fortuner, Kamim, mengaku, kesulitan mengendalikan kemudi mobilnya karena mobil Inova dari arah barat mendadak membanting setirnya kearah selatan. Sehingga untuk menghindari tabrakan, Ia memilih menghindar dan membanting kemudinya kearah selatan.
“Kalau tidak saya banting ke selatan, bisa jadi tadi ada korban jiwa,†timpal Kamim.
Kamim mengaku melakukan perjalanan dari Bojonegoro menuju Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, untuk menjemput pekerja dari perusahaan Kentech.
“Untuk diantar ke lokasi proyek minyak di Banyuurip,†ucap Kamim .
Petugas Kepolisian Sektor Kalitidu yang mendapat kabar kecelakaan langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Kita masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan korban. Saat ini, terpenting TKP kita bersihkan dulu agar tidak menganggu arus lalu lintas, dan kasus ini akan kita serhakan ke Satlantas,†tegas Kapolsek Kalitidu, AKP. Dumas Barutu ditemui di lokasi kecelakaan.(suko)Â