Sebut Insiden Pad A KegagalanTekhnologi

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) menggelar press release bersama media dari Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, di salah satu cafe and restaurant, pada Selasa (19/1/2016).

Field Administration Superintendant JOB P-PEJ, Akbar Pradima, menyampaikan, resiko di sektor minyak dan gas bumi adalah adanya penurunan produksi yang menimbulkan dampak-dampak tekhnis seperti munculnya bau.

“Terkait dengan insiden di Pad A kemarin, bukan suatu yang disengaja, tapi karena kegagalan tekhnologi,” kata Akbar saat memberi sambutan.

Dia menyampaikan, pada insiden yang mengakibatkan warga merasa pusing dan mual akibat bau yang muncul di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, tidak ada kaitannya dengan program- program baru. Bahkan, melakukan beberapa sosialisasi kepada masyarakat sekitar terkait kegiatan yang dilakukan.

“Tugas kami adalah meminimalisir resiko, baik dari sisi kesehatan maupun kenyamanan,” tegasnya.

Pertemuan ini dilakukan bukan karena merasa bersalah atau tidak, tapi untuk mengklarifikasi bagaimana menciptakan suasana yang kondusif. Peran media sangat besar untuk memberikan pemberitaan, dan pencitraan.

Baca Juga :   AMSB Galang Tanda Tangan Dukungan Perjuangan DBH Migas Blok Cepu

“Kami harap pemberitaan bisa berimbang,” tandasnya.

Pihaknya tidak akan memaksa media, karena melanggar undang-undang pers. Akan tetapi, akan menjelaskan bagaimana keberlangsungan operasi di JOB P-PEJ agar tidak salah dalam memberitakan.

“Kami akan menampung aspirasi masyarakat, tapi hasilnya tetap bergantung pada SKK Migas. Yang penting bagimana kita bisa beroperasi tetapi masyarakat tetap aman,” tukasnya.

Dia menambahkan, pada 2016 ini akan ada kegiatan. Sehingga, muncul harapan pada pemboran Pad C1, pemboran di Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban dan daerah-daerah lain bisa terlaksana.

“Meskipun tetap saja dipikirkan keekonomisannya. Bagaimana kondisi saat ini, apakah menguntungkan atau tidak dengan adanya penurunan harga minyak dunia,” jelas Akbar.

“Semoga harga minyak bisa naik kembali, dan banyak kegiatan dan aktifitas serta mendapatkan hasil minyak yang banyak, karena saat ini kerja keras supaya meningkat,” pungkasnya.(Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *