Perang Mulut Berujung Maut

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Nasib naas menimpa lelaki paruh baya Kasmuri (30), warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, harus bersimbah darah dengan 10 luka sabetan parang di bagian dadanya. Korban meninggal sekira pukul 03:30 WIB, di Dusun Kanoman, Desa Wolutengah, Kerek.

“Sementara penyebab pastinya masih didalami,” kata Kasatreskim Polres Tuban, AKP Suharta, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dihubungi melalui teleponnya, Rabu (20/01/2016).

Sebelumnya, sekira pukul 22:00 WIB di Desa Wolutengah, Kerek, hari Selasa (19/01/2016) kemarin dilaksanakan acara langen tayub. Acara tersebut dikenal menjadi salah satu hiburan favorit bagi warga setempat, maupun warga dari desa lain.

Ketika itu, Kasmuri entah apa penyebabnya sedang perang mulut dengan LMN (25), warga Desa Wolutengah. Lantaran tak terima dengan sikap Kasmuri, akhirnya LMN sebelum tayub selesai pulang terlebih dahulu.

“Kepulangan LMN diduga untuk mengambil parang,” jelasnya.

Usai mengambil parang miliknya, LMN yang awalnya geram langsung menunggu Kasmuri di jalan penghubung desa. Tak lama LMN diduga langsung menghabisi Kasmuri membabi buta.

Baca Juga :   10 Kesebelasan Ikuti Turnamen Talok Cup

“Ada 10 luka bacokan di dada,” tambahnya.

Seketika itu korban langsung menghembuskan nyawa terakhirnya, pasca membunuh akhirnya LMN langsung menyerahkan dirinya ke Polsek terdekat.

“Saat ini kasus masih ditangani Polres Tuban,” pungkasnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *