SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Tata cara penagihan atau invoice untuk proyek ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) mendapat kritikan sekaligus masukan dari salah satu kontraktor lokal disekitar proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang bersentra di Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur.
“Untuk kerjasama dengan kontraktor lokal, EMCL harus berimbang,” kata Direktur CV. Ngraho Sinari Putra (NSP), Jaswadi kepada Suarabanyuurip.com menyikapi lokakarya tata cara penagihan proyek ExxonMobil belum lama ini.
Menurut dia, EMCL jangan hanya meminta profesionalitas kontraktor lokal ketika sistem komunikasi bisnis yang melibatkan kontraktor lokal masih belum sepenuhnya diterima atau dipahami kontraktor lokal. Khususnya dalam soal invoice.
“Jangan hanya meminta kami profesional, pihak EMCL harus mengevaluasi diri juga,” tuturnya.
Berdasarkan pengalamannya selama melakukan proses invoice, dia menuding kerap terjadi miskomunikasi antara user dengan bagian procurement EMCL. Sehingga, tak jarang kontraktor lokal yang menjadi korbannya.
“Pengalaman saya, antara user dengan procurement beda. Sedangkan kami berjalan sesuai prosedur yang diminta,” imbuhnya.
Meski demikian, dia mengapresiasi upaya EMCL dalam membimbing kontraktor lokal yang sebagian besar belum berpengalaman di bidang proyek. Karena itu, lanjut dia, dibutuhkan sikap saling sinergi antara kontraktor dengan EMCL.(Roz)