SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Sejumlah komunitas yang berkecimpung di bidang teknologi informasi dan komunikasi di Kabupaten Bojonegoro bergabung untuk menyerukan internet sehat dan produktif. Komunitas ini terdiri dari pegiat Jaringan Informasi Masyarakat (JIM) Bojonegoro, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Bojonegoro, dan Blogger Bojonegoro, Jawa Timur.
Koordinator JIM Bojonegoro, Edi Suyanto menyampaikan ‎aspirasi komunitas pegiat informasi dan teknologi di Bojonegoro itu akan diwujudkan dalam bentuk penyelenggaraan seminar yang bertujuan memberikan pencerahan kepada masyarakat agar menggunakan teknologi dan internet lebih positif dan produktif.
“Kawan – kawan dari RTIK dan JIM akan bersinergi satu sama lain untuk memberi solusinya. Dengan mengkolaborasikan antara internet sehat dengan internet produktif,” ujarnya, Jumat (22/01/2016).
Dia menjelaskan, untuk seminar yang diselenggarakan JIM akan membahas soal bagaimana menggunaan teknologi internet secara produktif. JIM akan memadukan keilmuan jurnalistik dengan perkembangan teknologi berbasis internet. Masyarakat diharapkam mampu menuliskan tentang potensi desa yang telah tergabung dalam JIM. Kemudian mengirimkanya ke dalam sebuah media khusus yang telah dikelola JIM.
“Sehingga masyarakat akan menjadi agen promosi bagi desanya,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, JIM melihat desa memiliki beragam potensi. Baik untuk ekonomi, sumber daya alam dan sumber daya manusia.‎ Sehingga harus dikelola hingga dipromosikan lebih luas. Apalagi menyongsong pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asia (MEA).
“Pesatnya teknologi  seperti smartphone bisa‎ dimanfaatkan lebih produktif dengan akses internet. Termasuk melalui media sosial (medsos),” ujarnya.
Humas dan Publikasi‎‎ Seminar Internet Sehat RTIK Bojonegoro, Nova, menyampaikan, ‎‎berdasarkan hasil survei yang dilakukan Markplus Insight, jumlah pengguna internet Indonesia didominasi oleh generasi muda berusia 15-30 tahun yang disebut “netizenâ€.
“Mereka berkomunikasi di dunia maya sama seperti mereka berkomunikasi di dunia nyata. Demikian juga informasi yang didapatkan semakin terbuka baik konten positif maupun negatif,” ujar Nova.
Berangkat dari persoalan tersebut RTIK Bojonegoro berinisiatif menyelenggarakan seminar internet sehat untuk memberikan edukasi bagi generasi muda agar lebih berhati-hati dan bijak dalam mengakses layanan Internet. Disamping itu, juga memberikan kesadaran kepada peserta betapa pentingnya pemanfaatan internet secara baik dan benar serta tidak melanggar UU ITE.Â
“Sekaligus memberikan solusi dan upaya penanggulangan terhadap maraknya konten negatif yang tersebar di dunia maya,” imbuhnya.
Pihaknya ‎menargetkan peserta yang hadir dikalangan pelajar sebanyak 350 orang dan akan diikuti dari unsur siswa SMA/SMK dan tenaga kependidikan dari sekolah yang direkomendasikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro.
Adapun untuk seminar internet produktif JIM diselenggarakan Rabu 27 Januari 2015 sedangkan seminar ‎internet sehat oleh RTIK diselenggarakan Minggu, 14 Februari 2015 di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro. Kegiatan ini juga didukung oleh operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), dan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Pemkab Bojonegoro. (Roz)