SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Dari hasil rapat pertemuam PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu dengan perwakilan warga Ngelo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada tanggal 19 Januari 2016 lalu di kantor Pertamina setempat, telah menghasilkan kesepakatan dan rekomendasi untuk warga.
Hal itu diungkapkan oleh Badan Purwanto, Koordinator aksi pemblokiran sekaligus ketua Pokmas Putra Mandiri Kelurahan Ngelo, Sabtu (23/1/2016).
Menurutnya, berdasarkan hasil pertemuan dengan jajaran manajemen tersebut, Pertamina mengarahkan warga untuk melakukan kerjasama dengan PT PPLI untuk ikut serta melalukan pengelolaan limbah dari PPP Menggung (saat ini MGS Menggung).
“Kami sudah menyampaikan kerjasama dengan PT PPLI, tapi sampai saat ini belum ada tanggapan,” terangnya.
Pengajuan kerjasama tersebut, menurut dia, Pokmas Pemuda Mandiri, berkeinginan untuk ikut serta dalam pengelolaan limbah B3 dari MGS Menggung.
“Yang mana limbah tersebut mempunyai nilai ekonomis yang bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat sekitar,” kata dia.
Selanjutnya, Pokmas Pemuda Mandiri berkeinginan untuk ikut serta menyediakan transporter pengiriman limbah. “Kami sudah kirim lewat email dan menghubungi melalui sambungan telephon tapi sampai sekarang tidak ada respon. Hari ini kita kirim lagi surat kerjasama kepada pihak PPLI,” katanya.
Sampai berita ini diturunkan, Manajemen PPLI belum bisa dihubungi.
Sementara itu, Martono, operator tangki Vakum PT PPLI hanya bisa mengikuti permintaan warga untuk tidak melakukan pengambilan limbah.
“Kami sudah melaporkan kondisi ini,” kata dia.
Dia menambahkan, seharusnya jika warga menghendaki untuk terlibat dalam transporter bisa langsung menghubungi penyedia transporter PPLI tersebut.
“Yang mempunyai wenang untuk transporter ini Pak Tomo, Lurah Mojonedilik,” ungkapnya. (Ams)