HNSI Belum Urus KM Nelayan Bulu

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sampai saat ini belum mengurus Kapal Motor (KM) Garuda/Pancasila, milik nelayan Bulu, Kecamatan Bancar, Tuban, yang disinyalir tertangkap di perairan Sumbawa, Lombok, beberapa waktu lalu.

Selain belum mendapatkan informasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat, dikabarkan rata-rata Anak Buah Kapal (ABK) KM tersebut warga Sumbawa. 

“Kami belum dapat informasi apapun terkait tertangkapnya KM Bulu,” kata Ketua HNSI Tuban, Faisol Rozi, kepada Suarabanyuurip.com.

Pihaknya membenarkan KM Garuda merupakan salah satu kapal bantuan dari Pemerintah Pusat, melalui program Pembangunan Kapal Penangkap Ikan berukuran diatas 30 GT (In Kamina). 

“Ada dua KM yang diberikan kepada nelayan Bulu,” ungkapanya.

Informasi yang diterima HNSI, KM Garuda memiliki wilayah operasional disekitar perairan Sumbawa, Lombok. Sehingga sebagain ABK nya diambil dari daerah setempat.

“HNSI segera memastikan informasi tersebut ke HNSI Jatim,” tambahnya.

Atas dasar tersebut, pihaknya belum bergegas menangani KM Garuda yang ditangkap oleh Polisi Air (Polair) Lombok.

Baca Juga :   Dua Napi Kabur, Kalapas Tuban Dicopot

Dikabarkan sebelumnya, salah satu warga Bulu yang mendapatkan informasi dari salah satu ABK yang tertangkap, menyebutkan kalau surat operasional kapalnya telah mati.

“Kabarnya surat izin kapal telah habis masanya,” sambung Hadi.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *