SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Dinas Pertambangan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tahun ini mengusulkan kepada Bappeda setempat berupa alat Geolistrik. Alat baru tersebut berfungsi sebagai pendeteksi mineral, dan letak Air Bawah Tanah (ABT) di wilayah yang kritis air.
“Sangat efesien untuk menemukan sumber mineral,†kata Sekretaris Dinas Pertambangan, dan ESDM Tuban, Bambang Soejono, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di kantornya, Selasa (26/01/2016).
Cara kerja alat tersebut langsung dihubungkan dengan satelit, sehingga mampu menemukan sumber air di perbukitan yang didominasi batuan karst. Selain itu, memetakan lahan dimana setiap tahunnya mengalamai kekeringan.
Tingginya pertumbuhan penduduk di Tuban, mengharuskan tim geologi intansinya berpikir keras menyiapkan pasokan air. Penyebabnya kecukupan air disuatu wilayah, Â sangat berdampak terhadap produksi pangan setiap tahunnya.
“Kami berusaha menemukan titik sumber air terlebih dahulu,†imbuhnya.
Walaupun secara wewenang pihaknya kurang kuat, tetapi timnya tidak tinggal diam melihat kondisi Tuban yang kekeringan disaat kemarau.
“Banjir bandang ketia hujan tiba,†tambahnya.
Adanya regulasi baru UU Nomor 23 tahun 2014, telah mengurangi wewenang dan pengawasan intansinya terhadap potensi lokal. Sehingga alat geolistrik diharapkan mampu menjadikan Tuban mencapai swasembada pangan.
“Kewenangan Migas dan Pertambangan sudah diambil Pemprov Jatim,†ujarnya.
Pihaknya berharap, alat tersebut disetujui oleh Bappeda, penyebabnya adanya alat tersebut sangat penting dan dapat digunakan oleh masyarakat luas.
“Kami sudah usulkan 3 tahun terakhir tapi tak pernah disetujui,†pungkasnya.(Aim)