SuaraBanyuurip.com -Â Winarto
Bojonegoro – Sebanyak 300 supir dan kenek truk tanki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) industri akan melakukan unjuk rasa dengan menutup jalan Raya Bojonegoro – Padangan, tepatnya di jembatan layang (Fly Over) Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (27/1/2016), sekira pukul 07.00 WIB.
Dalam aksinya mereka akan membawa 150 truk tanki untuk memblokade jalan raya nasional tersebut. Rencananya, aksi yang sama juga dilakukan di perempatan traffic light Clangap, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu. Atau berjarak dua kilo meter sebelum fly over.
Ratusan supir dan kenek truk tanki itu selama ini mengangkut BBM industri dari Kilang Mini milik PT Tri Wahana Universal (TWU) di Desa Sumengko.
Mereka melakukan unjuk rasa karena sejak 20 Januari lalu tak lagi mengangkut BBM industri dari kilang mini. Penyebabnya, TWU menghentikan operasinya karena belum dapat pasokan minyak mentah dari Lapangan Banyuurip, Blok Cepu.
“Kami hanya ingin TWU bisa beroperasi kembali, sehingga armada bisa jalan dan kami bisa bekerja,” tegas Liyono kepada suarabanyuurip.com, Selasa (26/1/2016) malam.
Ratusan truk tanki tersebut milik perusahaan lokal yang selama ini terlibat di jasa transporter BBM industri kilang mini. Akibat berhentinya kegiatan di kilang mini, ratusan supir dan kenek kehilangan pekerjaan.(win)