Pemdes Sesalkan Pemecatan 94 Karyawan

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Pemerintahan Desa (Pemdes) ring 1 PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Tuban, Jawa Timur, menyesalkan keputusan subkontraktor PT Swabina Gatra (SG) yang telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 94 karyawannya. Pemecatan tersebut sepihak tanpa ada surat peringatan, maupun pemberitahuan kepada yang bersangkutan.

“Kejadiannya sekira 6 bulan lalu,” kata Kades Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Tuban, Setya Budi, kepada suarabanyuurip.com, usai melakukan hearing bersama Pemkab Tuban, Kamis (28/1/2016).

Informasi tersebut tidak pernah terdengar publik, dan baru mencuat pasca seluruh aliansi Kades ring 1 meminta SI transparan soal itu. Saat itu PT SG sempat mengelak, namun berdasarkan data, dan saksi dari karyawan yang di Putus Hubungan Kerja (PHK) akhirnya megaku.

“Kalau tidak kami gebrak mungkin tidak bakal ketahuan,” imbuhnya.

Dari 94 karyawan tersebut rata-rata berprofesi menjadi petugas kebersihan atau tukang sapu. Semuanya berasal dari 10 desa ring 1 PT SG.

Sebenarnya Pemdes enggan berbicara banyak soal PHK, lantaran tiap malam pasca pemecatan tersebut semua karyawan mengeluh kerumah Pemdes. Akhirnya aliansi Kades saat itu turun tangan.

Baca Juga :   Peringati Hari Buku, Gelar Berbagai Lomba

Beberapa pertemuan telah digelar, dan SG bercerita PHK tersebut bukan tanpa alasan. SG pertengah bulan lalu telah kalah dalam lelang perekrutan Naker, dan saat itu dimenangkan oleh subkon lainnya yakni PT Perwira.

“Sehingga ketika PT Perwira membuka perekrutan Naker kami ikutkan separuh,” tambahnya.

Sedangkan lainnya masih menunggu subkon-subkon lainnya membutuhkan Naker. Pemdes berharap semua subkon tranparan soal Naker, jangan sampai informasi satu desa dengan lainnya berbeda.

“Hal itu bakal memicu konflik baru, dan merugikan perusahaan sendiri,” ungkapnya.

Terpisah, Manajer PT SG, Slamet, tidak dapat berbicara banyak terkait hal tersebut. lantaran bukan wewenanganya melakukan perekrutan Naker secara langsung.

Diketahui perekrutan Naker dimilik oleh bagian SDM dan UMUM, dan pihaknya hanya menerima jumlah pasti yang telah lolos seleksi administrasi.

“Kami tidak tahu soal itu,” kelitnya.(aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *