SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Menyemarakkan Bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) 2016 yang jatuh pada Bulan Januari ini, PT Tripatra Engineers And Constructors menyelenggarakan lomba ketrampilan dan kecakapan tim Responder (Tim Penolong) antar Sub Kuntraktor, atau First Aid Competition.
Lomba yang diikuti oleh perwakilan Sub Kontraktor Tripatra di Area P1 Banyu Urip Project tersebut mendapat respon positif dari para karyawan Sub Kontraktor. Â Masing-masing Sub Kontraktor mengirimkan tim yang terdiri dari 4 orang, untuk mengikuti kompetisi.Â
Dalam kompetisi tersebut, Disiapkan  3 orang tim penilai yang diambil dari Tim Medik Tripatra, Yaitu dr. Januar Habibi, Agus Sudarwoko, serta Ismail.
Menurut Communications Specialist PT Tripatra, Fajar Shodik, kompetisi tersebut dimaksudkan untuk menguji kembali kecakapan tim responder dari masing-masing Sub Kontraktor, jika suatu saat terjadi kondisi darurat, baik di area kerja maupun di luar area.
‘’Selama  empat tahun keberadaan Tripatra di Banyu Urip, kita sudah memberikan pelatihan First Aid Responder kepada kurang lebih 500 karyawan Sub Kontraktor, baik  karyawan local Bojonegoro, Regional maupun Nasional, agar memiliki kecakapan untuk memberikan pertolongan pertama pada saat terjadi keadaan darurat,’’ ujar Fajar Shodik.
Pelatihan yang diberikan selama empat tahun tersebut, tambah Shodik, harus selalu diingatkan  kembali, agar mereka tidak lupa dengan segala ilmu yang sudah mereka peroleh. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengadakan lomba kecakapan tim responder dari masing-masing Sub Kontraktor, pada saat menangani pasien dalam keadaan darurat.
‘’Dalam kompetisi ini,  penilaian utama didasarkan pada kecepatan penanganan, ketepatan alat dan tindakan, serta skill teknis yang mereka kuasai, setelah sebelumya mereka mendapatkan training-training dari Tripatra,’’ ungkap Shodik.
Dalam pelaksanaannya, kompetisi dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi tertulis, dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh tim penilai, kemudian dilanjutkan dengan sesi praktek.
‘’Yang menarik adalah pada saat sesi praktek.  Peda sesi ini, tim penilai sengaja  memberikan waktu yang singkat dengan meminta kepada para peserta untuk mempercepat tindakan. Hal ini memang disengaja, untuk menguji konsentrasi peserta,’’ papar pria asal Pekalongan tersebut.
Hasilnya, beberapa peserta mengakui masih merasa panik, ketika diminta untuk melakukan pertolongan pertama dalam waktu yang relative singkat, ditambah dengan teriakan tim penilai yang meminta mereka melakukan dengan lebih cepat.
Diakhir  sesi, tim Juri memberikan evaluasi, salah satunya  mengingatkan kembali pada para peserta mengenai pentingnya menghindari kepanikan. Sebab sepintar apa pun seseorang, ketika panik, akan kesulitan mengingat segala hal yang sudah dipelajari dalam praktek.(Rien)