SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pihak Pertamina EP menyesalkan peristiwa kebekaran yang terjadi di jalur pipa distribusi minyak mentah di Dukuh Kejalen, Desa Sambong, Kecamatan Sambong Kabupatan Blora, Jawa Tengah, Jum’at (29/1/2016).
Pasalnya, ada indikasi aksi ilegal tapping atau perusakan secara sengaja pada pipa. Hal itu diungkapkan oleh Muhammad Baron Public Relation Manager PT Pertamina EP, dalam realis yang dikirim kepada suarabanyuurip.com.
“Sampai saat ini kami masih melakukan investigasi penyebab kebakaran. Namun berdasarkan keterangan aparat kepolisian sektor Sambong, kebocoran pipa terindikasi ada aksi ilegal tapping atau perusakan secara sengaja di pipa karena terdapat dua lubang berdekatan,” jelas Baron.
Pihaknya mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut. Namun demikian kami sangat mengapresiasi dukungan dan kerjasama masyarakat dan pemerintah Blora, sehingga penanganan dapat berjalan lancar.
“Kami sangat menyesalkan kejadian dan aksi yang tidak bertanggung jawab ini. Kedepan kami berharap apabila ada hal yang mencurigakan dapat segera melaporkan kepada kami,” tegas Baron.
Sebagaimana diketahui, tim Penanggulangan Keadaan Darurat PTÂ Pertamina EP bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora berhasil lakukan pemadaman pada kebakaran di jalur pipa minyak mentah tersebut.
“Sejak mendapatkan laporan kejadian kebakaran, kami langsung menurunkan tim pemadam kebakaran dan BPBD ke lokasi sehingga api berhasil dipadamkan pukul 09.00. Dan hingga sore ini situasi di lokasi telah dapat dikendalikan,” ujarnya.
Dalam kejadian tersebut, lanjut Baron, terdapat dua orang di sekitar pipa yang turut menjadi korban luka ringan atas kejadian tersebut dan saat ini sudah ditangani di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Cepu.
“Satu orang masih dalam observasi dan perawatan lanjutan dan satu orang lagi sudah dibolehkan pulang untuk selanjutnya rawat jalan,” kata dia. (Ams)