SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Direktur Utama PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), Ganesha Askari, menyampaikan, pengembangan gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) akan dimulai tahun ini.
“Ground breaking direncanakan akhir kwartal satu atau awal kwartal dua,” ujar Ganesha, Jumat (29/1/2016).
Proyeksi produksi gas 2019-2020 sebesar 330 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) gas yang akan diproses di Gas Processing Facility (GPF) menjadi 185 MMSCFD.
Sesuai keputusan menteri, 85 MMSCFD akan dialokasikan untuk pupuk kujang dan 100 MMSCFD untuk Pertamina untuk disalurkan kepada Perusahaan Listrik negara (PLN) untuk pembangunan pembangkit tenaga listrik.
Head of Agreement (HoA) dengan Pertamina telah ditanda tangani sedangkan HoA dengan Pupuk Kujang masih menunggu keputusan dari tingkat pemerintah pusat.
Untuk harga, pupuk kujang menghendaki harga pada saat gas dialirkan senilai USD$7 MMBTU, untuk Pertamina senilai USD$8 MMBTU. Sedangkan, harga gas JTB pada tahun tersebut adalah USD$9.18 per MMBTU di tahun 2019 atau USD$9.18 per MMBTU di tahun 2020.
“Rencana pengembangan pabrik pupuk dengan anggaran Rp8-9 triliun termasuk didalamnya pembangkit tenaga listrik dan pengadaan air bersih untuk bahan baku pupuk,” pungkasnya. (Rien)