SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Hingga saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab terbakarnya pipa Minyak mentah milik KSO Pertamina PT Geo Cepu Indonesia (GCI) di Dukuh Kalirejo Desa Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada Juma’at (29/1/2016) lalu belum menemukannya.
“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,†kata AKP Joko Priyono, Kapolsek Sambong, Selasa (2/2/2016).
Awalnya timbul kecurigaan adanya kesengajaan bocornya pipa tersebut, menurutnya lantaran, ditemukannya dua lubang berhimpitan serta terdapat sumbatan plastik dan kayu. Namun, dari hasil pemeriksaan beberapa saksi, polisi menyatakan tidak ada unsur kesengajaan.
Dia melanjutkan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), arah dua lubang tersebut menghadap tanah sisi selatan. Bukan menghadap ke sisi utara (red-pinggir) yang mudah dijangkau.
“Orang tidak mungkin bisa membuat lubang dari dalam tanah, karena sisi selatan pipa sudah mentok tanah jalan raya,†ungkapnya.
Dirinya juga menjelaskan, bahwa pipa yang tertanam di dalam tanah tersebut telah berusia tua.
“Pipa itu sejak zaman Belanda. Pihak GCI segera akan melakukan penggantian,†jelasnya.
Sementara itu, pihak Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, juga mengakui jika pipa tersebut telah berusia tua. “Iya, pipa itu ada sejak zaman belanda,†kata Legal and Relation Staff Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Aulia Arbiani.
Sekadar diketahui, sebelum dimanfaatkan oleh PT GCI, pipa tersebut juga dimanfaatkan oleh Pertamina sebagai jalur distribusi minyak mentah dari distrik Nglobo menuju penampungan minyak mentah di Menggung. (ams)