SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, awal tahun 2016 ditunjuk oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) tingkat Provinsi Jawa Timur. Hal tersebut diharapkan mampu menetaskan lulusan lokal yang siap pakai, menyambut kompetisi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
“Kami kaget ketika ditunjuk BNSP,” kata Kepala Sekolah SMKN 2 Tuban, Abdul Wahab, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui usai acara Seminar Revolusi Mental SMK se-Kabupaten Tuban, di Gedung Graha Sandya, Tuban, Selasa (02/02/2016).
Perihal tanggung jawab besar atas kepercayaan tersebut, pihaknya optimis mampu memberikan sumbangsih besar kepada Pemkab Tuban.
Selaku LSP tingkat regional, SMKN 2 Tuban memiliki sekolah binaan di Jatim, diantaranya, SMK 1 Tuban, SMK 8 Surabaya, SMK Babat, SMK Gresik, dan SMK Jombang.
“Praktiknya setiap pelajar yang kelas 3 akan mendapatkan sertifikasi profesi,” jelasnya.
Kepercayaan menjadi LSP bukan perkara mudah, instansinya harus melalui proses panjang. Lisensi akreditasi dari BNSP tersebut diperolehnya, pasca memenuhi syarat mengikuti kegiatan sertifikasi profesi.
Labih lanjut, sertifikasi profesi tersebut tidak lagi tingkat Nasional, namun telah merambah ke tingkat ASEAN. Beberapa kempotensi andalan dalam LSP SMKN 2 Tuban meliputi, bidang Ekonomi, Tata Boga, dan Tata Busana.
“Sertifikasi tersebut sudah tingkat ASEAN,” tambahnya.
Ketiga kompetensi tersebut diproyeksikan berkembang, mengingat persaingan era MEA sangat ketat. Sehingga diharapkan mampu memacu lulusan Tuban kaya akan hard skill maupun soft skill.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tuban, Sutrisno, bangga atas prestasi yang disandang SMKN 2 Tuban. Prestasi tersebut diminta untuk dijaga dengan amanah, serta mampu menciptakan lulusan Tuban yang berkompeten.
“Lulusan Tuban harus bersertifikasi kompetensi semuanya,” harapnya.
Adanya LSP di Tuban, idealnya harus diimbangi dengan peningkatan mutu disetiap instansi pendidikan negeri maupun swasta. Sehingga upaya tersebut mampu menumbuhkan SDM yang mandiri dan berani inovatif. (Aim)