SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) menegaskan, tim dari H2S sudah melakukan pengawasan terkait pengelolaan dan bahaya H2S.
Field HSSE Superintendant, JOB P-PEJ, Ari Wibowo, menyampaikan, sampai saat ini hasil pengukuran yang terbaca dari portable detector bahwa tidak ditemukan gas H2S pada saat insiden bau sejak Minggu (31/2/2016) lalu dan menyebabkan warga Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dirawat di Rumah Sakit.
“Kami juga belum mendapatkan informasi secara resmi dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) atas penemuan H2S sebesar 1 PPM,” sergahnya.
BLH merupakan salah satu pihak eksternal yang sudah menjadi partner JOB P-PEJ khususnya untuk pengelolaan lingkungan hidup. Sehingga jika ada temuan pasti langsung melakukan koordinasi.
“Kami akan mengkroscek dengan data dan dokumen yang ada di peralatan kami, apakah benar pengukuran dari BLH itu terkorelasi dengan data yang kami miliki,” tukasnya.
Kerja dari detector sistem milik JOB P-PEJ masih terus bekerja. Cara bekerja alat tersebut diantaranya melakukan pembacaan dan perekaman situasi selama 24 jam secara terus menerus. Kemudian, ada terminal data base, artinya semua data yang terbaca oleh sensor akan terekam.
“Pengukuran gas juga dilakukan secara manual dengan personal detector,” tandasnya.
Hasil pembacaan dari detector sistem, menyebutkan, alarm tidak berbunyi pada saat warga sekitar mencium bau. Karena, peralatan yang dipasang pada Pad A dan B telah disetel  dan mengikuti regulasi secara nasional. Pada saat pembacaan 10 PPM, maka semua alat akan menyalakan lampunya tapi tidak disertai bunyi.
Kemudian, pada pembacaan 20 PPM akan ada bunyi sirine, jika tidak bisa ditanggulangi lagi hingga mencapai 50 PPM semua sistem secara otomatis akan melakukan shut down.
“Otomatis, semua peralatan dan kegiatan itu akan tertutup atau dimatikan,” jelasnya.
Secara prinsip ada empat parameter yang dipantau sejak melakukan walkover di sumur SKW#15, yang pertama H2S, CO, SO2, LIL. Ke-empat parameter tersebut tidak ditemukan apapun, bahkan sampai pada area yang diidentifikasi menjadi kemungkinan terbesar ditemukannya H2S. (Rien)