SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) menyampaikan kepada warga Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bahwa ada kemoloran program Corporate Social Responsibility (CSR) pada tahun 2013 silam.
“Waktu pelaksanaannya molor sehingga lompat tahun, jadi penyerapan anggaran CSR tahun 2014 dibawah 50%,” ujar Field Manager JOB P-PEJ, Junizar, di Balai Desa setempat, Rabu (3/2/2016).
Pihaknya menjamin, tidak terealisasinya program CSR secara maksimal waktu itu bukan karena adanya penyimpangan, karena begitu di audit Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) anggarannya dikembalikan ke negara.‬
“Jadi dibudgetkan lagi tahun 2015 yang sekarang masih dilakukan,” ujarnya.
Kebetulan, rendahnya penyerapan anggaran bukan hanya pada program CSR saja, tetapi juga produksi. Meski begitu tahun 2016 sudah mulai menganggarkan program CSR.
“Pada prinsipnya, program CSR bukan sumbangan, tebar pesona, apalagi tebar duit, tapi bertujuan demi kemaslahatan masyarakat,” tandasnya.
Tujuan pemberian CSR sekarang ini bukan untuk jangka pendek, tetapi juga jangka panjang. Apalagi sudah ada perencanaan program CSR dari pemerintah desa yang dinilai bagus.
“Kami akan prioritaskan program CSR tahun ini di Sambiroto,” pungkasnya. (Rien)