Penambangan Pasir Mekanik Masih Marak

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Aktivitas penambangan pasir secara mekanik sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo, di Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora Jawa Tengah, semakin berkurang. Hal itu menyusul debit air beberapa hari belakangan ini mengalami kenaikan.

Berbeda dengan Blora, di wilayah seberang yang masuk wilayah Povinsi Jawa Timur masih banyak mesin penyedot pasir beroperasi.

Kepala Satpol PP Kecamatan Kedungtuban, Tulus Sunarko, menjelaskan, saat ini kurang lebih terdapat 6 titik aktivitas penambangan pasir yang tersebar di Desa Panolan dan Desa Jimbung. Kondisi tersebut jauh berkurang dari jumlah sebelumnya yang mencapai belasan titik penambangan.

“Beberapa waktu lalu kami telah datang ke lokasi penambangan. Dan menghimbau warga untuk menghentikan penambangan selama musim banjir,” kata Tulus Sunarko, kepada Suarabanyuurip.com.

Hasil pantauan dilapangan, lanjut dia, penambangan pasir di wilayah Blora sudah sangat jauh berkurang dibandingkan sebelumnya.

“Tapi untuk wilayah Jawa Timur kelihatannya masih marak aktivitas penambangan pasir,” ujarnya.

Selain itu, menurut dia, dari lalu lintas armada pengangkut pasir juga mengalami penurunan karena jalan rusak dan bersamaan dengan masa panen.

Baca Juga :   Perkumpulan Penambang Minyak Sumur Tua Bantu atasi Kesulitan Air Bersih

“Tenaga kuli juga minim, karena pergi ke sawah,” kata dia.

Pihaknya menambahkan, jarak pemukiman warga dengan bibir sungai masih tergolong aman. “Potensi longsor hingga pemukiman aman, karena masih sangat jauh,” pungkasnya. (Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *