SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan (Dinsosnaker) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menyebutkan selama ini Tenaga Kerja (Naker) lokal kesulitan untuk bekerja di industri Minyak dan Gas Bumi (Migas) di wilayah setempat.
Penyebabnya, setiap ada peluang perekrutan Naker, Pemda tidak pernah mengetahui kualifikasi Naker seperti apa yang dibutuhkan.
“Sangat sulit bahkan jarang yang dapat bekerja di industri Migas,†kata Kabid Penempatan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi, Dinsosnaker Tuban, Suwahyu, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Sabtu (06/02/2016).
Menurutnya, perusahaan Migas yang beroperasi di Tuban terkesan belum transparan soal kualifikasi Naker. Sehingga masyarakat ring 1 sekitar industri jarang memperoleh peluang kerja, baik skill maupun non skill.
Padahal setiap tahun Dinsosnaker berupaya mengurangi angka pengangguran, dengan cara membuka bursa kerja Job Fair setiap tahunnya. Tetapi dalam momentum demikian jarang perusahaan besar yang turut berpartisipasi, dalam bursa Lowongan Kerja (Loker) tersebut.
“Rata-rata yang ikut Job Fair malah perusahaan lokal,†jelasnya.
Beberapa industri Migas di Tuban diantaranya, operator sumur Mudi, di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), Pertamina EP asset 4, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), dan PT Trans Pasific Petrochina Indotama (TPPI), di Desa Remen, Kecamatan Jenu Tuban.
“Sampai tahun 2015 belum pernah berkoordinasi dengan Pemda soal Naker,†tambahnya.
Pihaknya meminta industri Migas turut menurunkan angka penganguran di Tuban. Tercatat, sampai akhir tahun 2015 jumlah pengangguran Tuban masih di angka 3,6 persen dari 569.185 jiwa angkatan kerja. Pemda menargetkan angka tersebut turun sampai 3 persen, sesuai patokan International Labour Organization (ILO).
Terpisah, Field Administration Superintendant JOB P-PEJ, Akbar Pradima, ketika dikonfirmasi belum memberikan jawaban detail terkait kualifikasi perekrutan Naker yang dibutuhkan setiap tahunnya.
Dua kali panggilan yang dilakukan Suarabanyuurip.com, sekira pukul 12:00 WIB belum diangkat, hanya terdengar nada sambung aktif. Selain itu, pesan singkat yang dikirim sekira pukul 11:54 WIB, sampai berita ini ditulis tak kinjung mendapatkan balasan. (Aim)