SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – PT Triwahana Universal (TWU), pemilik kilang mini di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menegaskan, hingga saat ini TWU belum mendapatkan jatah pasokan minyak mentah sebesar 16.000 barrel per hari (Bph) dari pihak manapun.
“Sampai sekarang belum ada pasokan minyak mentah, baik dari PEPC maupun Pemerintah dan EMCL,” kata External Manager PT TWU, Wendrayadi, kepada Suarabanyuurip.com melalui telephone, Sabtu (6/2/2016).
Dia menegaskan, sesuai perjanjian selama 5 tahun tertera bahwa harga yang digunakan berdasarkan ketetapan pemerintah. Selain itu juga belum ada kabar kapan jatah milik Pemerintah dan EMCL akan diberikan.
“Intinya kita masih menungu kepastian dari pemerintah baik untuk jatah maupun pembelian di FSO Gagak Rimang,” tegasnya.
Wendra, sapaan akrabnya, mengaku, saat ini tidak ada kerusakan apapun pada peralatan di kilang mini milik PT TWU. Hanya saja, ada pembersihan pada semua alat operasional mumpung tidak ada kegiatan apapun di lapangan.
“Kita tidak ada kerusakan apapun, ya cuma dibersihkan saja biar kinclong,” tandasnya.
Disinggung pernyataan dari SKK Migas terkait tidak adanya kebijakan pembelian minyak mentah di FSO Gagak Rimang, Wendra enggan menanggapinya.
“Yang jelas saat ini kita masih menunggu kepastian alokasi dari pemerintah maupun PEPC,” pungkasnya. (Rien)