SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Satu adegan yang disinyalir porno berjudul Udin Suko Tuban, menggemparkan masyarakat Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Penyebabnya, tak lama pasca beredarnya video adu jotos pelajar Tuban, kini muncul kembali video serupa yang tidak mendidik lainnya di jejaring sosial Youtube.
“Saya tahunya tadi pagi ketika searching kata Tuban,†kata seorang pemuda asal Kecamatan Palang, Roni, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (06/02/2016).
Dia sempat kaget ketika membuka Youtube, dan menemukan satu video porno yang diperankan oleh pasangan sejoli muda mudi di salah satu kamar ukuran 4×6 meter persegi.
Adegan yang berdurasi 7:51 menit tersebut, terposting hari Kamis (04/01/2016) kemarin. Diketahui, video tak senonoh tersebut di upload oleh seseorang yang menamakan dirinya Nazik Alnahila.
“Pas saya buka yang melihat belum ada 100 orang,†jelasnya.
Pasca dua hari terposting di jejaring Youtube, tampaknya belum banyak masyarakat Tuban yang mengetahuinya. Terbukti jumlah pengunjung video tersebut sampai pukul 16:56 WIB baru mencapai 119 orang, dan dua orang menyukainya.
“Jumlah tersebut meningkat dari dua jam sebelumnya yang hanya 104 pengunjung,†tambahnya.
Sementara, warga asal Kecamatan Plumpang, Huda, menyayangkan beredarnya video asusila tersebut. Idealnya video serupa menjadi hal pribadi, dan jangan menyebar di jejaring Youtube yang dapat diakses publik dari berbagai usia.
“Pemda harus segera mengusut pelaku, sekaligus yang menyebarkan video porno,†sambungnya.
Video yang diperankan oleh dua sejoli berumur dibawah 25 tahun tersebut, terlihat lihai memerankan adegan yang semestinya dilakukan pasangan yang sudah menikah.
Tanpa malu pelaku perempuan merekam kemesraanya, menggunakan kamera ponselnya. Keduanya asyik bercumbu layaknya Pasangan Suami Istri (Pasutri), dan pelaku laki-laki tak lupa menggunakan alat kontrasepsi berupa kondom.
Keduanya berhenti merekam pasca salah satu teman si perempuan memanggilnya, namun dengan santai keduanya tertawa pelan menghiraukan panggilan tersebut. Sempat salah satu jurnalis lokal mengomentari postingan tersebut, sekira pukul 14:53 WIB namun tidak ada tanggapan. Komentar tersebut ingin memastikan apakah tempat perekaman, serta pelaku warga Tuban atau bukan.
“Satuan keamanan harus segera memblokir video, agar tidak merusak generasi muda lainnya,†pintanya.
Terpisah, Kasubag Humas Polres Tuban. AKP Elis Suendayati, mengaku belum mengetahui beredarnya video porno tersebut. Pihaknya berjanji bakal mengusut pelaku, serta penyebar adegan yang tidak mendidik.
“Kita akan pastikan lokasinya dahulu, baru dilakukan penyelidikan dan penyidikan,†singkatnya. (Aim)