SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, Â memfokuskan pembangunan di tingkat pedesaan 2016 ini. Salah satunya dengan diberlakukannya upah umum pedesaan (UUP) sebagai stimulan menggerakkan sektor investasi dan pertumbuhan ekonomi di pedesaan.
Menurut Bupati Bojonegoro, Suyoto, UUP sebesar Rp 1.005.000 yang sudah ditentukan itu nantinya akan diberlakukan selama 5 tahun. Khusus untuk wilayah Gayam dan Tambakrejo, karena kegiatan eksplorasi akan dimulai bulan Februari, maka tenaga kasar diprioritaskan pekerja dari lokal.
“Jangan sampai ada perangkat desa yang menjadi makelar tenaga kerja. Harus diutamakan pekerja dari warga di sekitar eksplorasi,” kata Suyoto, dalam rapat koordinasi (Rakor) pembangunan desa, Senin (08/02/2016).
Pada tahun 2016, Pemkab akan menargetkan pangan dan industri di sektor pedesaan serta sarana transportasi dan logistik. Peningkatan kinerja BUMD dan penyiapan Raperda tentang Dana Abadi Migas.
“Dana abadi migas akan dialokasikan salah satunya untuk anak-anak usia sekolah khususnya SMA sederajat,” imbuhnya.
Jangan sampai anak –anak usia sekolah ada yang tidak bersekolah. Sehingga, desa harus mengakomodir semua anak-anak tersebut untuk mendapatkan DAK (Dana Alokasi Khusus) bidang pendidikan. (Rien)