Hindari Longsor Susulan, Diberlakukan Sistem Buka Tutup

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Sekira 4 titik tebing di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, longsor pada Senin (8/2/2016) malam. Akibatnya membuat akses jalan menuju Cepu, Blora, Jawa Tengah harus diberlakukan sistem buka tutup. Hal itu untuk menghindari longsor susulan dari tebing setinggi sekira 10 meter tersebut.

“Beruntung tidak ada korban jiwa,” kata Camat Senori, Tuban, Eko Julianto, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Selasa (09/02/2016).

Empat titik tersebut dua diantaranya merupakan jalur kabupaten, dan dua lainnya jalur lingkungan menuju Desa Wonosari, Senori. Longsoran tebing tersebut hanya berupa tanah liat, sehingga ketika hujan tiba membuat jalan licin.

Diketahui, tebing di Desa Banyuurip sebelumnya telah dibangun Tembok Penahan Longsor (TPL) setinggi 5 meter, dan yang longsor lima meter diatasnya.

Selain itu, setiap tahunnya wilayah minyak yang dikelola oleh Pertamina Ekplorasi Produksi (PEP) tersebut, kerap menjadi sasaran bencana alam. Baik angin puting beliung, tanah longsor, maupun banjir bandang menjadi langganan ketika musim hujan tiba.

Baca Juga :   Pamit Sambut Mantan Pj Bupati Bojonegoro, Adriyanto: Saya Betah Tinggal di Bojonegoro

“Banjir bandang di Senori beda dengan di kecamatan lain,” ujarnya.

Penyebabnya kondisi geografis wilayah berbukit, sehingga ketika hujan tidak sampai terjadi genangan. Pasca longsor, pihak Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Senori, langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangann Bencana Daerah (BPBD) Tuban, dan pihak KSO Geo Cepu Indonesia (GCI) Pertamina Cepu.

“GCI langsung menanggapi, dan satu unit alat berat didatangkan,” tambahnya.

Tak lama longsoran tebing di empat titik dapat dibersihkan, selain itu kondisi lalu lintas kembali normal. Pihaknya berharap, masyarakat agar waspada dan menghindari tebing ketika hujan tiba.

“Desa Banyuurip dan Wonosari yang paling rawan longsor,” ungkapnya.

Sementara, Sekretaris BPBD Tuban, Joko Ludiono, mengapresiasai iktikad baik dari pihak GCI. Selain GCI, perusahaan lain diminta untuk tanggap ketika lingkungan perusahaan membutuhkan bantuan.

“Pemda mengapresiasi bantuan GCI,” singkatnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *