SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Sejumlah kontraktor lokal ring satu Lapangan Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berencana melakukan aksi protes dengan memblokir aktivitas pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM) ke lokasi proyek. Rencana aksi itu dipicu karena tidak dilibatkannya kontraktor lokal dalam proyek pengiriman BBM.
Salah satu perwakilan kontraktor lokal, Parmo mengatakan, proyek pengiriman BBM untuk bagian production malah diserahkan kepada kontraktor non lokal.
“EMCL menyerahkannya kepada Pertamina dengan transporternya PT. Patra Niaga‎,” ujarnya kepada Suarabanyuurip.com Kamis (11/2/2016).
Persoalan ini, lanjut dia, sudah dikoordinasikan dengan EMCL dan Pertamina. Hanya saja hingga saat ini belum ada kejelasan. Sedangkan janji penyelesaian yang diberikan adalah sampai hari ini.Â
“Hari kamis siang tadi harusnya ada keputusan dari selama tiga bulan kami melakukan koordinasi dengan difasilitasi oleh perwakilan EMCL tapi malah tidak ada kabar kejelasannya,” ucap Direktur CV Ega Jaya tersebut.Â
Oleh karena itu, pihaknya terpaksa mengambil langkah tegas dengan cara melakukan pemblokiran. Akan tetapi kapan pelaksanaannya dia belum bisa menentukan. Termasuk rencana tempat yang digunakan memblokir karena menunggu kesepakatan terlebih dulu dari masing-masing perwakilan kontraktor lokal sekitar proyek Banyuurip.Â
“Kami tidak demo tapi memblokir akses masuk lokasi dengan perwakilan dari masing-masing kontraktor lokal, rencana Jumat besok di Puduk, tapi masih menunggu kesepakatan teman-teman dulu, ya,” ungkapnya. Â
Rencana‎nya, terdapat tiga kontraktor lokal yang akan melakukan pemblokiran, yaitu dari Gayam, Mojodelik, dan Brabowan.
“Kalau kontraktor lokal mampu kenapa malah diberikan pada kontraktor luar daerah. Apa seperti ini yang katanya selalu patuh pada Perda nomor 23 tahun 2011 tentang konten lokal tersebut,” pungkas warga ring satu Banyuurip ini. (Roz)