Stop Narkoba dan Prostitusi Tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, secara resmi mendeklarasikan Gerakan Berjamaan Melawan Narkoba dan Prostitusi (Garansi). Deklarasi tersebut bertujuan untuk menyetop peredaran narkoba, dan prostitusi di wilayah setempat.

Terbentuknya Garansi berawal dari pemikiran PDPM bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) setempat, serta Stake Holder lainnya serupa LSM, organisasi mahasiswa, perusahaan dan Perguruan Tinggi (PT) Tuban.

“Adanya Garansi harus mampu membersihkan Tuban dari narkoba dan prostitusi,” kata Ketua pemuda Muhammadiyah Tuban, Edi Utomo, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui usai pelantikan, Sabtu (13/02/2016).

Titik awal munculnya Garansi akibat tingginya kasus narkoba, dan prostitusi di Tuban setiap tahunnnya. Branded Bumi Wali yang menjadi ikon Bupati, dan Wakil Bupati pada periode pertama dan kedua tampaknya tidak berdampak apapun. Terbukti setiap tahunnya jumlah kasus narkoba, dan prostitusi selalu naik signifikan.

Sesuai data satuan keamanan Tuban pada tahun 2014 menyebutkan, jumlah kasus Narkoba yang berhasil diungkap sebanyak 40 kasus, dan meningkat di tahun 2015 menjadi 60 kasus.

Baca Juga :   Minta RSUD Segera Koordinasi dengan JOB P-PEJ

“Belum lagi kasus yang sulit terungkap lainnya,” jelasnya.

Realita tersebut juga terjadi pada kasus prostitusi. Penutupan lokalisasi oleh Pemda serupa Gandul, tampaknya tidak mengurangi kasus prostitusi di Tuban. Perlahan banyak warung kopi di pelosok desa yang berkedok karaoke, juga menyediakan layanan khusus.

Hal tersebut jelas tidak dapat dibiarkan berlarut-larut, razia yang dilakukan satuan keamanan setempat secara rutin, terkesan kucing-kucingan dengan oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Bukan berkurang malah semakin tak terkendali penyebarannya,” tambahnya.

Sementara, Bupati Tuban, Fathul Huda, mendukung deklarasi Garansi tersebut. Terkait maraknya narkoba dan prostitusi di wilayahnya diakui sangat mengakhawatirkan. Sehingga Pemda meminta seluruh elemen masyarakat, bersama satuan kemanan bersinergi untuk memerangi narkoba.

“Narkoba musuh bersama harus diperangi,” sambung Bupati Huda.

Pemda berharap terbentuknya Garansi mampu memberikan solusi, untuk menyelesaikan kasus narkoba dan prostitusi Tuban. Selain itu, deklarasi Garansi juga bersamaan dengan pelantikan pengurus pemuda Muhammadiyah Tuban, periode 2016-2018 di gedung KORPRI setempat. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   25 persen Sekdes di Lamongan Belum Melek IT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *