Sarankan Kebutuhan Naker J-TB Dikoordinasikan Desa

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Kebutuhan dalam perekrutan tenaga kerja (Naker) proyek Gas Unitisasi Lapangan Jambaran – Tiung Biru (J-TB) tetap menjadi perhatihan serius bagi Pemerintah Desa (Pemdes) sekitar proyek yang di operatori oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) tersebut. Diantaranya adalah sebelum PEPC memulai melakukan pekerjaan agar melakukan koordinasi secara inten dengan pihak Pemdes tentang perekrutan Naker yang akan dibutuhkan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur, Sapani diacara musyawarah rencana penggunaan Tanah Kas Desa (TKD) untuk kepentingan umum proyek Gas Lapangan Unitisasi J-TB di Balai Desa setempat, Kamis (18/2/2016) kemarin.

Dia menyarankan, agar PEPC harus berkoordinasi dengan desa berkaitan dengan kebutuhan naker yang akan direkrut sebelum memulai aktivitas pengerjaan proyek Gas J-TB. Tujuannya, agar semua jelas dan tidak menimbulkan gejolak sosial di masyarakat.

“Artinya, jumlah kebutuhannya berapa, kemudian yang dibutuhkan apa saja, dan lain sebagainya,” ungkap Sapani.

 Dijelaskan, bahwa berkaitan dengan naker sangat rentan memunculkan permasalahan jika tidak diantisipasi sebelumnya. Karena bersentuhan langsung dengan masyarakat sekitar. Utamanya adalah dengan warga Bandungrejo.

Baca Juga :   BKS Blok Cepu Kaji Tambahan Investasi Rp216 Miliar di Lapangan Banyu Urip

“Koordinasi yang baik dengan desa itu perlu dilakukan, baik oleh PEPC maupun kontraktornya yang terlibat di proyek J-TB. Semua ini dilakukan demi menjaga agar tidak muncul hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” pungkasnya. (Roz/ko)  

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *