SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Aliran gas rumah tangga dalam program City Gas yang sebelumnya direncanakan pada bulan Februari 2016 ini di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terancam gagal terealisasi.Â
Pasalnya,  PT Perusahaan Gas Negara (PGN) selaku pelaksana program, hingga saat ini belum mendapat persetujuan dari Pertamina. Hal itu, terkait dengan izin dialirkannya gas  dari Central Processing Plan (CPP) Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP).Â
‘’Ini masih kami koordinasikan dengan Pertamina. Di bulan Februari ini kemungkinan masih belum terlaksana. Kami upayakan, mudah-mudahan pada bulan Maret sudah bisa,’’ ujar Manager PT PGN Semarang, Edy Sukamto, Selasa (23/2/2016).Â
Sebagaimana diketahui, dalam sosialisasi revitalisasi jaringan gas (jargas) city gas di ruang pertemuan Pemkab Blora 5 Januari 2016, PGN merencanakan program city gas di Blora bakal terealiasi Desember 2016. Bahkan untuk tahap awal, sebanyak 700-800 sambungan rumah (SR) city gas di Desa Sumber Kecamatan Kradenan sudah bisa teraliri gas pada bulan Februari 2016. Hanya saja rencana tersebut dipastikan belum bisa terealisasi bulan ini.
“Dalam melaksanakan program city gas, PGN tidak bisa sendiri. Apalagi gas yang diperuntukan city gas itu bukan milik kami. Tentu kami harus koordinasi dengan Pertamina sebagai pemilik gas yang ada di Desa Sumber,” tandasnya. (ams)