SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Pemenang tender proyek pembongkaran Early Production Facility (EPF) atau Gas Oil Separation Plan (GOSP) Lapangan Banyuurip, Blok Cepu PT. Sarana Indo Persada (SIP) mengakui jika pada moving peralatan EPF terdapat alat yang memiliki beban berat.
“Disana ada generator juga termasuk peralatan berat yang bebannya hingga 50 Ton,” kata Pengawas Proyek PT. SIP, Widhi Harsono kepada Suarabanyuurip.com.
Dia mengungkapkan, hampir semua peralatan berat diatas pondasi EPF akan dibongkar. Hanya, sesuai dengan kesepakatan‎, terdapat beberapa batasan yang harus dibongkar, yaitu PT. SIP‎ hanya sampai 50 centi meter (cm) kebawah dari pondasi bangunan EPF. Sedangkan ke bawahnya lagi wewenang EMCL.
“Kesepakatan seperti itu,” tandasnya.
Widhiharsono mengungkapkan, untuk akses jalan movingnya pun pihaknya masih belum bisa menentukan. Opsi sementara, lanjut dia, akses moving antara melalui Fly Over (FO) di Desa Ngraho atau jalan poros Desa Gayam.
Disinggung soal kepengurusan izin Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Andalalin), dia mengatakan masih perlu berkoordinasi dengan operator Blok Cepu ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL).Â
“Nah, itu kami juga belum tahu. Kita perlu berkoordinasi dengan EMCL. Boleh apa tidak lewat FO dengan beban seberat itu,” tandasnya.
Koordinator Project PT. SIP, Teguh Wibisono, mengatakan, moving peralatan berat dari EPF nantinya akan dibawa ke pelabuhan Kabupaten Tuban, Jawa Timur.‎ (Roz)