Lahan Pertanian di Sumurgenuk Terendam Banjir

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Puluhan hektar lahan pertanian, dan tambak di enam desa di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur terendam banjir. Hal itu akibat hujan deras yang mengguyur wilayah setempat selama empat hari.

Keenam desa tersebut adalah Desa Sumurgenuk, Datinawong, Gembong, Patihan, Balandono dan Moropelang.

Dari pantauan area sawah dan tambak terlihat seperti lautan akibat terendam banjir. Petani harus menelan kerugian ratusan juta rupiah karena padi yang ditanam sudah siap panen terendam. Sedang ikan di tambak yang berusia dua hingga tiga bulan hanyut terbawa banjir.

Salah satu petani di Desa Datinawong, Ilyas, mengaku, harus menelan kerugian sedikitnya Rp7 juta akibat tanaman padinya terendam banjir.

“Padinya terendam semua, Mas. Hanya bisa pasrah,” cetusnya.

Kasi Ketertiban dan Ketentraman Umum (Trantibum) Babat, Darmudji memaparkan, banjir disebabkan oleh derasnya hujan yang turun selama empat hari ini. Selain itu sungai di Desa Sumurgenuk meluber karena tidak mampu menampung luapan air.

Saat ini pihaknya terus memantau kondisi di enam desa yang terendam banjir sambil menunggu pendataan dari Pemerintah desa berapa hektar lahan sawah dan tambak yang kebanjiran untuk di laporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan.

Baca Juga :   20 Agustus Seleksi CPNS Dibuka, Inilah Jadwal Lengkapnya 

“Harapannya tidak turun hujan deras lagi karena dikuatirkan banjir akan meluap ke pemukiman warga,” katanya.

Kades Sumurgenuk, Supaat mengharapkan, Pemkab Lamongan segera turun melihat kondisi banjir di lapangan. Selama ini Pemkab terkesan abai untuk banjir yang merendam pertanian.

Sedangkan lahan sawah dan tambak di wilayahnya yang kebanjiran seluas 26 hektar dan sudah di laporkan ke pihak kecamatan.

“Tidak pernah ada bantuan bibit atau apapun bagi petani yang lahanya kebanjiran. Padahal jika sawah dan tambak banjir ekonomi warga lumpuh,” ujar Supaat yang juga ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Babat ini.

Kepala Pelaksana BPBD Lamongan hingga berita ini ditulis belum bisa dihubungi.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *