SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro-  PT. Sarana Indo Persada (SIP), pemenang tender proyek pembongkaran Early Production Facility (EPF) atau Gas Oil Separation Plant (GOSP) masih belum bisa memastikan berapa jumlah kebutuhan tenaga kerja (Naker) untuk proyek pembongkaran di EPF.
“Belum tahu pastinya,” kata Pengawas Project PT. SIP, Widhi Harsono, kepada Suarabanyuurip.com.
Dia menyatakan, kebutuhan Naker bersifat variable. Dengan kata lain, masih menyesuaikan jenis pengerjaan. Disisi lain, pihaknya juga menunggu pengajuan dari kontraktor yang menjadi rekanan PT. SIP untuk mengerjakan proyek pembongkaran.
“Jumlahnya variable. Kemudian kita juga menunggu proses pengajuan naker dari kontraktor,” imbuhnya.
Widi Harsono menjelaskan, jika saat ini sedang dilakukan pemantauan terkait naker dari lokal. Dia optimis jika naker banyak yang mampu untuk terlibat dalam proyek pembongkaran. Misalnya, scaffolding, pengelasan, dan flagman.
“Kita beri kesempatan kepada lokal. Tentunya masih banyak yang bisa dikerjakan teman-teman disini,” pungkasnya.(Roz