SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Realisasi aliran Gas rumah tangga dalam program city gas untuk wilayah Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sampai saat ini belum ada kejelasan. Muncul dugaan gas yang akan dialirkan masih mengandung bahan zat berbahaya. Sehingga masih belum aman jika dialirkan ke rumah tangga pengguna.
Kepala Bidang Pertambangan dan Migas, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Teguh Wiyono melalui Kepala Seksi Migas Blora, Djati Walujastono, menuturkan, kemungkinan molornya Jaringan Gas (Jargas) di Sumber masih terkendala adanya kandungan zat berbahaya berupa sulfur dan H2S yang masih cukup signifikan.
“Sehingga dikuatirkan tidak bagus untuk kesehatan pengguna jargas,” ungkapnya.
Untuk itu, lanjut dia, pihak Pertamina sedang mengkaji lebih dalam untuk memasang analyser dan removal H2S sampai batas baku mutu yang aman bagi kesehatan manusia. Sebetulnya, menurut dia, pihak PGN sudah siap untuk gas in bagi 700 Kepala Keluarga (KK) disebelah utara rel.
Namun, pengguna jargas yang letaknya disebelah selatan rel masih menunggu proses perizinan crossing rel. Pihaknya berharap, pengguna jargas yang berada di sebelah utara rel, bisa menunggu dengan sabar. Atas kajian kandungan H2S dan sulfur dengan memasang peralatan removal H2S/sulfur.
“Sampai sekarang izin crosing rel belum turun. Kita berdoa agar segera terealisasi pengguna jargas untuk 700 KK yang letaknya disebelah utara dan disusul pengguna yang lain,” jelasnya.
Sementara, Manager PT PGN area Semarang, Edy Sukamto enggan berkomentar lebih terkait hal itu. Dalam pesan singkat yang dikirim kepada suarabanyuurip.com, pihaknya mengaku masih koordinasi dengan Pertamina dan pihak Migas.
“Secara teknis kita sudah siap,” kata dia. (ams)