Belum Prediksikan Dampak Penurunan Pertalite

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Area Manager Communication & Relations Pertamina Jatim Balinus, Heppy Wulansari, menyebutkan pihaknya belum memprediksi dampak dari penurunan harga Pertalite per 1 Maret 2016.

“Kita lihat dulu respon masyarakat seperti apa terhadap harga baru pertalite,” kata Heppy, kepada Suarabanyuurip.com, melalui selulernya, Rabu (2/3/2016).

Harga baru pertalite tersebut mulai diberlakukan awal bulan Maret 2016. Semula harga jual di pasaran Rp 7.600, dan kini manjadi 7.500. Selain Pertalite Pertamina region V jatim juga menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax Series.

Serupa Pertamax yang sebelumnya dibandrol seharga Rp 8.250 per liter, kini turun Rp 200 menjadi Rp 8.050 per liter. Demikian juga dengan Pertamax Plus dan Pertamina Dex yang mengalami penurunan harga masing-masing sebesar Rp 200.

“Kalau harga Premium dan Solar, kewenangannya pusat,” jelasnya.

Penurunan harga Pertamax series tersebut telah dilakukan beberapa kali, biasanya di awal dan pertengahan bulan. Selain itu menyesuaikan harga minyak dunia. Ketika harga minyak dunia naik maupun turun, harga minyak Nasional pasti mengikutinya.

Baca Juga :   Rapat Selesai Pembebasan Lahan Dimulai

Diketahui, beberapa waktu lalu Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pusat, telah sepakat bahwasanya kebijakan harga BBM ditetapkan triwulan sekali.

“Efek positif dari kebijakan tersebut mampu menjaga kepastian usaha,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), IGN Wiratmaja Puja, serupa dilansir dalam situs resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Wiratmaja menambahkan, menjaga harga BBM saat ini sama halnya menyetabilan perekonomian dan perencanaan usaha Nasional. Meskipun harga minyak dunia seperti roller coaster tapi harga BBM Nasional harus stabil.

Diketahui, pertumbuhan perekonomian Indonesia tahun 2015, sampai hari ini termasuk paling stabil dan nomor 3 di dunia. Peringkat Indonesia masih dibawah India dan China.

Selain itu, harga jual BBM dipasaran dalam triwulan pertama tahun 2016, sebenarnya pasokan BBM triwulan keempat tahun 2015 lalu. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *