Abadi Cement Tak Harus Bebaskan Lahan

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Pemerintah Desa (Pemdes) Sugihan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menilai PT Abadi Cement sebenarnya tidak harus membebaskan lahan seluas 13 hektar milik petani setempat. Penyebabnya perusahan semen asal China, sudah cukup menggunakan lahan milik perhutani seluas 85,8 hektar untuk menunjang operasinya.

“Kalaupun pembebasan lahan tidak berhasil perusahaan tidak rugi,” kata Kepala Desa (Kades) Sugihan, Warsito, kepada Suarabanyuurip.com.

Pasca sosialisasi pertama di Balai Desa Sugihan tahun 2015 lalu, Pemdes memastikan petani tidak bakal melepaskan lahannya. Penyebabnya petani sudah cerdas, menilik dampak pembebasan lahan ke PT Semen Indonesia (PT SI) beberapa tahun silam.

Saat sosialisasi Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), petani meminta satu meter lahan dibeli Rp 80 ribu, namun pihak perusahaan hanya menyanggupi Rp 50 ribu. Penawaran tersebut masih alot, dan belum ada titik kesepakatan.

“Jangka panjangnya pasti merugikan petani,” tuturnya.

Kalaupun petani menjualnya pasti sangat membutuhkan biaya hidup. Serupa pelepasan lahan seluas 1 hektar milik satu petani setempat. Sebenarnya penjualan tersebut tidak ada masalah, namun akibat harga belinya terlalu murah memantik reaksi keras dari Pemdes.

Baca Juga :   Cabup Bojonegoro Setyo Wahono akan Beri Insentif Penggali Kubur

“Kami kecewa karena harga belinya sangat murah tidak sesuai keseopakatan awal,” tambahnya.

Diketahui, harga lahan yang dipatok PT Abadi Cement terlalu murah, dan dibawah harga tanah umumnya. Tercatat harga umum lahan satu meter Rp 50 ribu, dan patokan harga dari perusahaan cuma Rp 30 ribu.

“Petani setempat sepakat menolak adanya pembebasan lahan,” ungkapnya.

Diketahui, pabrik Abadi Cement rencananya membutuhkan lahan seluas 98,8 hektar. Jumlah tersebut rancangannya 72,87 hektar lahan terbangun, dan 25,93 hektar untuk lahan terbuka.

“Dari jumlah tersebut 13 hektar lahan milik warga, sisanya milik Perhutani,” tandasnya.

Abadi Cement menargetkan produksi semen atau klinker 4 juta ton per tahun per satu jalur produksi, dan produksi beton atau mortar siap pakai berkapasitas 2 juta ton per tahun per jalur produksi.

Selain itu, perusahaan akan mengoperasikan Cement Grinding Plant, Cement Packing Plant, Cement Silo, Jetty dan sarana penunjang produksi lainnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *